Tuesday, February 3, 2015

#72 Peranan Keluarga Memandu Anak

Judul buku : Peranan Keluarga Memandu Anak
Penulis/Pengarang : Dra. Kartini Kartono
Penerbit : CV. Rajawali
Tahun terbit : 1985
Buku ini menceritakan pula pengaruh keluarga amat besar pada proses perkembangan pada pengembangan potensi dan pada pembentukan pribadi anak. Komunikasi antara orang tua dengan anak,maupun pergaulan antara orang tua dengan anak, sikap dan perlakuan orang tua terhadap anaknya,rasa dan penerimaan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya akan membawa dampak pada kehidupan anak di masa kini maupun di hari tuanya. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan diri setiap anak. Namun dari sini kita diajak untuk menengok kembali hak dan status anak serta sikap kita terhadap mereka. Keluarga juga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial.
Segala sesuatu yang diperbuat anak mempengaruhi keluarganya dan sebaliknya. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku,watak,moral,dan pendidikan kepada anak. Pengalaman interaksi di dalam keluarga akan menentukan pula pola tingkah laku anak terhadap orang lain dalam masyarakat. Keutuhan keluarga,di samping ditinjau dari adanya ayah,ibu,dan anak,juga dapat dilihat dari sifat hubungan atau interaksi antara anggota keluarga satu sama lain. Adanya ketidak-hadiran ayah atau ibu atau keduanya di dalam suatu keluarga sangat berpengaruh pada diri anak. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kebanyakan anak yang mengalami gangguan tingkah laku adalah mereka yang berasal dari keluarga yang tidak/kurang harmonis atau dapat disebut juga “Broken Home”. Namun dijumpai pula orang tua yang terlalu berlebihan dalam memberikan perhatian kepada anak. Mereka terlampau cemas terhadap keadaan-keadaan yang dihadapi anak dan kelewat hati-hati. Memang orang tua sering keliru menerapkan kasih sayang dan menyerah pada keinginan-keinginan anak. Ternyata “cinta yang buta” itu malahan mengakibatkan anak sangat bergantung kepada orang tua dan anak kehilangan kesempatan untuk belajar serta berusaha bagi diri sendiri. Hal ini berarti menambah masalah baru bagi orang tua.
Selain itu adanya sikap otoriter sering dipertahankan oleh orang tua dengan dalih untuk menanamkan disiplin kepada anak. Sebagai akibat dari sikap otoriter ini,anak menunjukkan sikap pasif(hanya menunggu saja),dan menyerahkan segalanya kepada orang tuanya. Di samping itu pula,menurut Watson,akibat sikap otoriter sering menimbulkan pula gejala-gejala kecemasan,mudah putus asa,tidak dapat merencanakan sesuatu, juga penolakan terhadap orang-orang lain,lemah hati atau dengan kata lain mudah berprasangka.
Selain itu kalau antara ayah dan ibu terjadi pertengkaran,anak sering merasa risau dan bersalah. Anak gelisah karena merasa ikut terlibat dalam percekcokan itu.
Maka dari sini solusinya sebagai keluarga yang memiliki pengertian lingkungan hidup pertama dan utama bagi setiap anak,kita sebagai orang tua harus bisa menjaga seluruh perilaku atau sika kita baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat dan di hadapan anak pula agar kita sebagi orang tua tidak sering melakukan pertengkaran,sehingga anak tidak merasa bersalah dan risau,serta gelisah. Selain itu kita sebagai orang tua juga tidak boleh terlalu bersikap otoriter terhadap anak,karena akibat adanya perlakuan tersebut terhadap anak dapat menyebabkan anak menjadi mudah cemas,mudah putus asa dan mudah berprasangka buruk serta kurangnya suatu kedewasaan( selalu bergantung terhadap apa yang dikatakan oleh orang tua serta hanya menunggu saja(pasif)).
Pada akhirnya saya ingin mengatakan bahwa kita sebagai keluarga khususnya ayah dan ibu harus saling menjaga hubungan yang baik. Sehingga hubungan ayah,ibu,dan anak dapat terjalin dengan baik. Maka dapat tercipta hubungan yang harmonis dalam suatu keluarga.
Michael XI IIS 1/22


#71 Putus CInta Bukan Ahkir Segalanya

Timotius Dery XI IIS 1 - 32

Judul Buku: Putus CInta Bukan Ahkir Segalanya
Penulis/Pengarang:Giael Lindenfield
Penerbit:PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit:2005

Siapapun tidak mau mengalami patah hati gara-gara putus cinta,tapi terkadang putus cinta menjadi hal yang tidak terelakan dan satun-satunya cara untuk membebaskan diri dari patah hati yang diakibatkan adalah dengan menghadapi keadaan yang tidak mengenakan itu.

Sudah pasti tidaklah mungkin kita langsung menghadapi patah hati dengan gagah berani sementara dunia kita rasanya remuk redam,namun tentu saja kita harus bertahan agar dunia kita tidak benar-benar hancur .Kita harus bangkit dari keterpurukan akibat putus cinta ini.

Dengan tips dan strategi yang mudah dimengerti,buku ini cocok bagi kita semua yang terpaksa berurusan dengan patah hati afar bisa bangkit kembali dengan tegar dan hati ceria.Banyak cara yang mudah kita lakukan untuk cepat moveon dari patah hati kita.

Di buku ini menjelaskan bahwa putus cinta bukan ahkir segalanya melainkan awal dari sesuatu yang baru.Moveon merupakan hal yang dapat dilakukan bila kita tidak memikirkan mantan pasangan kita,Kita harus melakukan berbagai macam aktivitas yang dapat membuat kita lupa akan hal-hal yang berhubungan dengan mantan kekasih kita.

Semoga dengan membaca buku ini kita dapat cepat moveon dan dapat menjalani aktivitas kita secara normal dan dengan hati yang bergembira.Selamat Membaca....


#70 Berusalah Sendiri

Judul : Berusalah Sendiri
Penulis : John M Lembo
Penerbit : Yayasan Citra Loka Caraka
Tahun Penerbit : 2002

Rasa gembira dan kecewa, rasa hau dan sesal , harapan dan putus asa sering melanda hati kita. sebenarnya kita sendirilah yang paling banyak membina suasana hati kita, apapun yang kita katakan kepada diri kita inilah yang menentukan perasaan kita. Jadi pikiran yang kita sampaikan kepada diri kita sendiri inilh yang menentukan cara kita merasa , menilai dan juga bertindak

Namun demikian, sekalipun suatu pengalaman tertentu dialami sama oleh banyak orang, namun diartikan berbeda-beda oleh setiap orang,. Sebab, masing masing menyampaikan pikiran yang berbeda pula kepada diri sendiri tentang peristiwa yang dialaminya itu.

Kepada diri sendiri, kita dapat menyampaikan pikiran tentang keaaan tertentu baik yang bersifat rasionil ataupun yang tidak rasionil. Kita dapat berkata kepada diri kita sendiri, bahwa persahabatan lebih bernilai dari pada sukses keuangan. Mengikuti hati nurani dapat kita pandang lebih penting daripada memperoleh pujian masyarakat ataupun atasan atau sebaliknya

Pada akhirnya, kita juaga dapat berpikir Rasionil ataupun tidak rasionil tentang hal hal yang bakal menimpa diri kita , kita dapat membina keyakinan , bahwa belum pasti kita tak akan berguna atau akan menganggur , kalau majikan memecat kita.

Cara mengatasi hal hal seperti itu yaitu dengan pakailah notes kecil dan pensil untuk mencatat rasa takut yang anda alami selama 1 minggu setiap kali anda ingin mngajak seseorang untuk berbincang bincang. Pada akhir minggu, periksal catatan itu dan gunakan pedoman Self-counseling yang rasional untuk mengatasi kekuatan kekuatan itu. cara ke 2 untuk mengidap rasa untuk berbicara didepan umun yaitu enan cara cobalah mengajukan 1 atau 2 pertanyaan pada waktu les atau kepada teamn, cobalah berbicaralah beberapa kali dalam suatu kelompok

Dalam usaha mengatasi suatu kesulitan , sebaiknya kita kadang kadang berhenti sejenak dan bertanya kepada diri kita sendiri. Apakah kita telah sungguh sungguh maju?. MAksudnya apakah kita maju dalam usaha memecahkan dan menyelesaikan masalah masalah yang kita hadapi dengan tuntas tuntas dan bukan hanya maju dalam arti merasa lebih ringan.

Malvin XI IIS 1/20

Sunday, February 1, 2015

#69 Remaja dan Masalah – Masalahnya

Judul Buku : Remaja dan Masalah – Masalahnya
Penulis : Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H., M.A.
Tahun Terbit : Cetakan pertama 1976
Cetakan kedua 1978
Cetakan ketiga 1980
Cetakan keempat 1982
Cetakan kelima 1985
Penerbit : P.T BPK Gunung Mulia
Yayasan Kanisius
Oleh : Almedo Pard XI IIS 1/3

Kelompok seusia atau kelompok sepermainan mempunyai pengaruh yang besar terhadap individu atau pribadi. Sebagai salah satu bukti masalah ngebut dengan kendaraan bermotor demikian juga salah satu penyebab penyala gunaan narkotika atau obat-obat terlarang. Merupakan hasil dari pengaruh tidak baik dari lingkungan yang negative sifatnya.Tidak jarang dijumpai keadaan, bahwa remaja terpaksa melakukan tindakan – tindakan yang kurang baik karena adanya paksaan – paksaan tertentu dari kelompok seusianya.kalau dia tidak mau mengikuti maka dia akan dianggap remeh, dicemooh, diasingkan atau bahkan dimusuhi oleh kelompok nya tersebut. Ahirnya dia terpaksa melakukan hal tersebut yang dianggap menyimpang oleh kaum umum.
Salah satu cara yang paling extreme adalah yaitu dengan memisahkan si remaja dari kelompok seusianya tadi. Ini berarti pindah rumah atau pindah sekolah, pindah kota tempat tinggal sekaligus. Memang sangat ribet, tetapi ini dapat dilakukan bila sarananya memang serba lengkap Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan kesibukan – kesibukan yang berguna bagi dirinya, maupun bagi seluruh keluarganya yang serumah. Karena dengan kesibukan tertentu waktu akan banyak tersita
Didalam proses sosialisasi hukum untuk anak – anak, titik tolak yang dapat dianjurkan adalah, pertama – tama mengajarkan tentang hak – hak mereka. Hal ini tentunya harus diajarkan dengan bahasa yang sesederhana mungkin, sehingga mereka akan dapat memahaminya secara maksimal. Pada tahap awal sebaiknya tidak diterapkan larangan – larangan yang biasanya akan mengakibatkan pertanyaan dalam dirinya. Apa yang sebenarnya boleh kulakukan ?
Sudah sewajarnya bila pendidikan mengenai hak- hak tersebut, senantiasa diikuti dengan penjelasan mengenai penjelasan – penjelasan yang mengenai kewajiban misalnya remaja boleh bersantai – santai sepuasnya asalkan mengerti waktu saat akan belajar istirahat dan lain lain, suatu patokan yag dapat digunakan adalah. Manusia boleh berprilaku bebas asalkan prilaku tersebut tidak merugikan atau menggangu orang lain.


#68 Get Anyone to Do Anything

Judul buku : Get Anyone to Do Anything
Penulis : David J Lieberman PH.D
Tahun terbit : November 2002
Oleh : SILVIA XI IIS 1/29

"Cara Mengubah Orang yang Kasar & Menjengkelkan Menjadi Teman Terbaik"
Seseorang berbuat kasar atau kejam kepada anda, hal itu disebabkan 1 dari 4 alasan berikut : 1) Dia mengira bahwa anda tidak menyukainya, 2) Dia merasa terancam oleh anda, 3) Dia berbuat kejam pada setiap orang, 4) Anda telah memberi alasan kepadanya sehingga dia tidak menyukai anda.
Strategi mengubah mainsetnya adalah sebagai berikut. Anda harus pastikan bahwa anda sendiri tidak bermasalah. Apabila seseorang berpikir positif, maka orang lain akan cenderung berbuat baik, dan sebaliknya. Orang yang memiliki citra diri negatif cenderung untuk meyakini bahwa orang lain tidak menyukai dirinya.
Banyak penelitian yang menunjukkan, jika kita mengetahui bahwa seseorang menyukai kita, kita cenderung untuk menyukainya. Ini disebut sebagai kasih sayang timbal balik. Cara agar orang itu tahu kalau kita juga menyukainya, ialah mengatakan pada orang ketiga. Jika informasi ini sudah sampai kepadanya, maka ia akan segera menyukai kita.
Bukan kita sendiri yang harus mengatakannya. Sebab pertama, ia akan menganggap bahwa kita tidak jujur. Namun, ketika ia mendengar dari orang lain, maka ia akan lebih mudah percaya. Sebab yang kedua yakni, orang yang berkonsep negatif, akan merespons orang yang menyukainya dengan cara berbeda. Apabila ia beranggapan bahwa dirinya tidak berharga dan tidak disukai, ia tidak akan mempercayai dan merespons anda.
Jika ia melihat anda sebagai ancaman, maka ketidaksukaannya disebabkan oleh kecemburuan dan iri hati. Anda dapat mengatasinya dengan cara mengenal siapa dirinya dan apa yang dia lakukan. Sangat sulit bagi siapapun untuk tidak menyukai anda dan memperlakukan anda dengan buruk begitu ia tahu bahwa anda menghargainya.
Tertariklah pada orang lain, maka anda dapat menjadikan diri mereka menyukai anda lebih cepat dibandingkan jika anda menghabiskan waktu seharian suntuk untuk berusaha menjadikan mereka menyukai anda.
Yang paling utama, ingat bahwa orang menyukai anda bukan berdasarkan pada bagaimana ia berperasaan pada anda, tetapi berdasarkan bagaimana anda menjadikan dia berperasaan terhadap dirinya sendiri.

#67 Keajaiban dan Kekuatan Emosi

STEVEN SUGENG XI IIS 1 / 30

Judul buku : Keajaiban dan kekuatan emosi
Penulis pengarang : Martin Wijokongko
Penerbit : Kanisius
Tahun penerbit : 1997

Memahami bahwa manusia lebih sering bertindak berdasarkan emosi daripada logika merupakam satu kebenaran dalam menjalin hubungan antarmanusia yang efektif. Komunikasi yang efektif,baik dengan diri sendiri ataupun dengan orang lain, bukan hanya mencakup penyerapan informasi yang hanya menggunakan bahasa logika,melainkan juga memanfaatkan bahasa emosi.

Memanfaatkan Kemampuan Mengendalikan Emosi
Manusia dapat mengendalikan emosi dan memanfaatkannya untuk mendapatkan kemajuan hidup. Emosi yang terkendalikan secara benar dapat menjadi kekuatan luar biasa yang mengubah hidup menjadi lebih baik. Apakah hidup itu menyenangkan atau menyedihkan tergantung pada kemampuan kita dalam mengendalikan emosi.

Emosi adalah suatu kekuatan, kalau kita mampu mengendalikannya. Emosi bias merusak kalau mengusai diri kita.

Emosi Perlu Dikendalikan
Ketidakmampuan mengendalikan emosi bias membuat banyak orang melakukan banyak perbuatan negative. Anda tentu tahu bagaimana kalau seseorang melampiaskan kemarahannya tanpa kendali. Kemarahan telah mengakibatkan banyak penderitaan bagi umat manusia. Banyak berita di surat kabar tentang bagaimana manusia secara membabi buta melampiaskan kemarahan dan ketidakpuasan dengan cara yang salah, dengan cara yang sangat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Menemukan artidan mengendalikan emosi
Menemukan makna positif di baik berbagai emosi dan perasaan yang ada di dalam diri atau belajar bagaimana menarik manfaat dari emosi yang kita miliki adalah jauh lebih baik disbanding menghindarkan diri dari berbagai macam perasaan atau emosi yang mungkin terasa menyakitkan pada awalnya. Akan tetapi kita perlu mengerti makna dari emosi itu sehingga dapat bertinfak dengan bijaksana. Dengan demikian emosi itu bukanlah lawan, melainkan kawan yang akan banyak membantu dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup.

Tidak membesar-besarkan emosi
Ada juga yang mengambil langkah yang terlalu ekstrem. Setelah berusaha mengingkari atau menghindari berbagai bentuk emosi negative yang menyakitkan, ternyata emosi itu justru semakin kuat. Karena itu mereka mengambil keputusan untuk memperbesar emosi itu sehingga tidak proposional. Mereka berhenti bertarung melawan emosi menyakitkan yang menyerang dirinya dan memutuskan untuk terjun total menghadapinya. Akan tetapi mereka tidak belajar cara memahami dan menguasai emosi itu secara positif. Memperbesar emosi hingga di luar proporsi justru akan berakibatkan negative dan semakin memperburuk keadaan. Dalam menanggapi emosi itu harus digunakan cara atau strategi yang tepat agar emosi dapat dikendalikan sehingga member manfaat.

Menggunakan emosi secara proporsional
Emosi negative muncul karena apa yang kita lakukan tidak menghasilkan apapun yang kita inginkan. Intinya adalah kita harus mengubah pendekatan kita. Ingatlah bahwa persepsi di control oleh apa yang kita fokuskan. Bagaimana kita member penilaian atau interpretasi terhadap suatu peristiwa menentukan tindakan yang akan kita ambil. Kuncinya adalah kita bias mengubah persepsi,penilaian,atau interpretasi dalam sekejap mata hanya dengan menanyakan pertanyaan yang lebih baik atau dengan mengubah keadaan yang kita alami baik di dalam diri kita maupun lingkungan sekitar.

Mengendalikan emosi dengan cara yang tepat
Untuk memahami isi pesan penting yag diberikan oleh emosi, kita perlu mengubah cara kita bertindak mengubah persepsi yang kita terima, dan mengubah apa yang menjadi dorongan untuk bertindak. Kalau kita terus-menerus melakukan hal yang sama, kita pun akan memperoleh hasil yang sama. Segala upaya di dunia ini tidak akan memberikan hasil yang diharapkan kalau kita tetap melakukan kesalahan yang sama terus-menerus. Jadi perubahan pendekatan dan tindakan perlu kita lakukan agar bias memetik hasil untuk meningkatkan kualitas hidup kita.

#66 Pendidikan Hidup Beriman di Sekolah

Judul buku : Pendidikan Hidup Beriman di Sekolah.
Penerbit : Nusa Indah
Penulis : Drs. Yakob Papo.
Tahun terbit : 30 Juni 1989

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal banyak mandapatkan masalah . Banyak mahasiswa dan siswa yang hanya berorientasi pada ijazah, nilai ujian, dan lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi. Mahasiswa yang masuk perguruan tinggi 30% untuk mendapat gelar kesarjanaan, 42% menuntut ilmu, 19% mudah cari kerja, 10% sebagai status sebagai mahasiswa. Dalam konflik di Katolik tidak diajarkan paksaan batin.

Cara untuk meghindari dari permasalahan pemikiran mahasiswa yang mencari sekolah demi kepentingan ego dan gengsi, jadi mereka juga harus hidup dalam iman. Membangun rasa kebersamaan , kekeluargaan dan cinta kasih . Jadi di setiap pelajaran harus ada rasa beriman yang dimaknai setiap bidang. Agar iman, kesaksian hidup dapat dilakukan dalam kehidupan sehari hari.

Seluruh perkembangan sejarah sekolah katolik, dengan mengusahakan pembinaan iman di sekolah/di masyarakat.Dengan cara pembinaan rohani, rekoleksi, dan retret. Kaum muda harus bertanggung jawab dalam iman, pendidikan, dan penyerahan seluruh hidup yang dihayati. Jadi sekolah adalah tempat untuk menuntut iman dan ilmu secara penuh dan bermanfaat untuk masa yang akan datang.

Paskalis XI IIS 4/25