Wednesday, March 2, 2016

239 Struktur Soal Model Pilihan Ganda


Struktur Soal Model Pilihan Ganda

Guru dalam membuat ulangan ada beberapa model. Ada yang uraian, menjodohkan, lengkapilah kalimat dan pilihan ganda.

Dalam membuat soal model pilihan ganda (pg) memiliki struktur. Struktur pilihan ganda terbagi dalam beberapa bagian penting.

Ada bagian uraian, bagian soal/petunjuk/instruksi dan bagian jawaban pilihan ganda. Agar lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini ...


*) Kukuh Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan
Malang

238 Sebelum Guru Memberi Label Kelas


Sebelum Guru Memberi Label Kelas

Pengantar
Sebelum menjelaskan pokok materi, guru wajib mengetahui, memahami situasi peserta didik dan kondisi kelas, maka guru perlu melakukan proses "membaca tipe belajar kelas."


Cara yang biasa dilakukan oleh guru adalah pengamatan. Guru masuk kelas lalu melakukan pengamatan terhadap peserta didik. Setelah itu, guru membuat kesimpulan bahwa kelasnya rame. Kelas isinya anak pinter. Kelas ini kelas buangan. Kelas ini..kelas unggulan.

Itu semua adalah pelabelan pada kelas berdasar pengamatan. Bagaimana jika pelabelan berdasarkan data lebih akurat. Guru dapat membuat pelabelan kelas berdasar data lebih akurat.

Agar Label Akurat
Ada cara sederhana dapat dilakukan untuk membuat pelabelan dalam bidang cara belajar peserta didik. Cara belajar ada yang audio, visual dan kinestetik.

Cara tersebut menggunakan daftar pertanyaan dan peserta didik menjawab secara jujur setiap pertanyatanyaan.

Peserta didik menyiapkan secarik ukuran secukupnya dan alat tulis. Lalu, peserta didik menjawab dengan cara memilih pilihan jawaban yang sesuai dengan kenyataan diri sendiri.

Setelah peserta didik menjawab semua pertanyaan, guru hanya perlu mengelompokkan pilihan jawaban.

Pilih satu jawaban yang sesuai dengan kondisi diri:
1. Ketika berbicara, anda :
a. berbicara dengan tempo cepat
b. berbicara dengan tempo sedang
c. berbicara dengan tempo lambat
2. Apa yang paling anda ingat ?
a. orang, lingkungan, wajah
b. perkataan, suara, makna
c. kejadian, peristiwa, emosi
3. Bagaimana cara anda menghapal ?
a. menulisnya berulang-ulang
b. mengulangi kata-kata sekeras mungkin
c. menghapalnya sambil berjalan-jalan
4. Apakah yang bisa membuat anda terganggu ?
a. benda-benda di sekitar anda
b. suara
c. gerakan
5. Ketika mengeja sebuah kata, yang anda lakukan adalah :
a. membayangkan kata itu
b. menyebutnya dengan keras
c. menuliskannya
6. Apa yang lebih anda sukai ?
a. lukisan
b. musik
c. menari/ olah raga
7. Ketika mendapat petunjuk cara passing, apa yang lebih anda sukai ?
a. diberi gambar untuk ditirukan
b. diberi tahu dengan kata-kata bagaimana cara melakukannya
c. diberi contoh untuk diperagakan secara langsung
8. Mana yang lebih sering anda katakan :
a. kelihatannya bagus
b. kedengarannya bagus
c. rasanya enak
9. Ketika membaca, apa yang anda lakukan ?
a. melihat bacaan sambil membaca dalam hati
b. membaca dengan bersuara
c. menggunakan jari untuk menunjuk bagian yang dibaca
10 Ketika ingat pasar, apa yang pertama kali muncul dalam pikiran anda ?
a. pemandangan tentang orang-orang yang berbelanja dan barang-barang yang diperjualbelikan
b. ramainya suara orang-orang di pasar
c. orang-orang yang hilir mudik dan lalu lalang di pasar
11. Ketika akan tidur, apa yang terpenting buat anda ?
a. kamar yang gelap/samar/terang
b. kamar yang tenang tidak berisik
c. tempat tidur yang nyaman
Sumber : Madden, Thomas L. 2002. F.I.R.E-U.P Your Learning.
Diambil di http://amamei66.blogspot.co.id/2009/06/tes-gaya-belajar.html  (01/03/2016)

KUNCI TES GAYA BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN
Hitung berapa jumlah jawaban anda yang memilih a, b, atau c :
Jika jawaban anda lebih banyak A ANDA SEORANG PEMBELAJAR VISUAL
Jika jawaban anda lebih banyak B ANDA SEORANG PEMBELAJAR AUDITORI
Jika jawaban anda lebih banyak C ANDA SEORANG PEMBELAJAR KINESTESIS

Diambil di http://amamei66.blogspot.co.id/2009/06/tes-gaya-belajar.html  (01/03/2016)


IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN
JIKA ANDA SEORANG PEMBELAJAR VISUAL
Gunakan sketsa, grafik, diagram dari apa yang sedang anda pelajari
Ketika membaca teks, gunakan spidol warna untuk menandai informasi penting / baru
Pejamkan mata, buat bayangan, gunakan imaginasi dari subyek yang sedang anda pelajari
JIKA ANDA SEORANG PEMBELAJAR AUDITORI
Gunakan suara keras ketika membaca, buat suara anda bervariasI untuk memperkuat ingatan
Gunakan kaset untuk merekam ceramah guru atau suara anda sendiri ketika membaca, dan anda dapat memutar kembali ketika belajar
Belajarlah bersama teman / berdiskusi, ini merupakan cara yang baik untuk memanfaatkan kekuatan auditori anda
Pada akhir pembelajaran atau diskusi kelas / kelompok, catatlah kata-kata kunci tentang materi yang dipelajari. Ini akan merangsang diskusi internal tentang apa yang terjadi selama diskusi.
JIKA ANDA SEORANG PEMBELAJAR KINESTESIS
Peragakan apa yang sedang anda pelajari
Gunakan spidol warna untuk menandai informasi penting / baru
Tandai setiap akhir paragrap yang telah anda baca dan pahami
Jika mungkin, berjalan-jalanlah sewaktu membaca atau mendengarkan
Buatlah peta belajar dari materi yang sedang anda pelajari


Diambil di http://amamei66.blogspot.co.id/2009/06/tes-gaya-belajar.html  (01/03/2016)

Hasil diatas sangat bermanfaat bagi guru. Tiap kelas memiliki tipe berbeda, ada yang belajar tipe audio, ada yang visual dan ada tipe kinestetik.

Guru perlu menyesuaikan metode penyampaian pokok materi ke dalam kelas tersebut. Tetapi guru juga masih perlu melakukan pendekatan individual sesuai dengan tipe peserta didik bersangkutan.

*) Kukuh Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan
Malang

Monday, February 29, 2016

236 Guru Aki Motor

Guru AKI MOTOR

Punya pengalaman kendaraan mogok?
Bisa jadi salah satu penyebabnya ialah aki. Aki rusak atau kehabisan air aki.


Pengantar
Maka bisa dibayangkan jika aki dalam kelas mogok atau rusak. Maka pertanyaannya, siapa aki dalam kelas? Guru

Iyaa guru adalah aki motor bagi kelas. Lalu apa dan bagaimana guru sebagai aki motor.  Apa peran guru sebagai aki motor?
Guru sebagai teman, konselor, inspirator, motivator, fasilitator, wasit, pengelola, dan pembelajar.


Guru
Mari membaca uraian berikut ini:

 Guru sebagai temAn
Guru wajib bisa masuk dunia peserta didik. Bukannya seperti air dan minyak. Menyelami dunia pelajar penting bagi guru. Latar belakangnya ialah peserta didik juga manusia yang perlu dijadikan dan punya teman dalam kelas dan di sekolah. Memang peserta didik punya teman sebaya. Peserta didik butuh seorang teman dalam artian lebih dewasa, lebih luas wawasannya. Guru perlu merangkul peserta didik. Jika perlu dalam konteks tertentu guru siapa di sapa...pak broo.. Atau bu sist..

Guru sebagai Konselor
Guru selain menyampaikan pokok materi sesuai kurikulum guru juga perlu menempatkan status sebagai pendengar. Pendengar bagi peserta didik. Dilatar belakangi dunia peserta didik sangat rumit, maka peserta didik butuh seseorang yang siap dan dengan senang hati mendengar curahan hati. Guru memang siap meluangkan waktu untuk mendengar jeritan peserta didik g tidak bersuara.

Guru sebagai Inspirator
Penjelasan guru terkait pokok materi/bahasan makin menarik jika guru mampu "memecah" pola pikir peserta didik. Pola pikir peserta perlu dipecah agar terbuka wawasannya. Dan memiliki pola pikir baru. Selain dari orang tua, membaca buku, mendengar melihat acara televisi, guru merupakan pribadi idola bagi peserta didik. Maka guru perlu menjadi pihak pembuka pola pikir peserta didik agar lebih dewasa lebih matang.

Guru sebagai Motivator
Guru perlu memberi vitamin bagi peserta didik. Guru tidak hanya memberi aneka tugas kepada peserta didik. Peserta didik perlu diberi asupan vitamin. Vitamin bertujuan agar daya dorong peserta didik selama belajar bertambah. Vitamin juga untuk menambah daya tahan mental peserta didik dari godaan yang membelokkan tujuan belajar. Aneka vitamin tersedia baik berupa film pendek, dongeng pagi hari, dan masih ada bentuk lain. Guru perlu memilah dan memilih bentuk mana yang cocok.

Guru sebagai fasilitatOr
Guru bukan lagi pusat/sumber ilmu satu satunya bagi peserta didik. Guru a!bil bagian dalam menggali menemukan menyalurkan peserta didik dalam mencapai hasil maksimal untuk mata pelajaran. Pokok bahasan memang sama tetapi model belajar peserta didik dan pengalamannya tentu berbeda maka guru perlu menemukan cara edukatif kreatif dalam mendorong mendapat nilai maksimal.

Guru sebagai wasiT
Berperan sebagai wasit guru mesti tetap bersikap tegas terhadap peserta didik jika melakukan pelanggaran. Guru tetap menjalankan nilai norma baik di sekolah maupun dalam dalam kelas. Bahwa setiap pelanggaran oleh peserta didik perlu diberi sanksi. Guru sebagai pihak pengendali perilaku peserta didik jika tidak sesuai dengan nilai norma setempat. Tujuannya agar peserta didik juga perlu belajar beri interaksi bersosialisasi dalam masyarakat kecil yaitu kelas dan sekolah.

Guru sebagai pengelOla
Didalam kelas berisikan pribadi berpotensi. Aneka potensi ada dalam diri peserta didik. Hanya potensi tersebut terpendam tersimpan dengan berbagai alasan. Untuk itu tugas guru menyalurkan aneka potensi bagi pengembangan diri peserta didik. Dalam kegiatan pendidikan formal maka guru perlu membuat menyusun indikator dan merumuskan instrumen. Sehingga dalam mengelola potensi peserta didim dalam dilakukan secara sistematis dan terstruktur.

Guru sebagai pembelajaR
Pada peran ini perlu kesadaran dan kerendahan hati guru untuk menyadari bahwa guru memiliki keterbatasan ilmu dan pengetahuan. Maksudnya ialah relasi guru dengan peserta didik tidak selalu dan selama guru mengetahui segala hal. Dan, peserta didik tidak tahu segala hal. Guru lebih tahu dan mengerti ilmu dan pengetahuan sebatas ilmu mata pelajaran dan murid perlu bertanya. Terkadang peserta didik melalui berbagai sumber memiliki wawasan lebih luas dibanding gurunya. Maka guru perlu sadar diri dan mengakui ada keterbatasan dan mau belajar kepada peserta didik. Maka sesungguhnya bukan hanya peserta didik saja yang perlu belajar tetapi guru pun wajib belajar terus agar bisa mengikuti perkembangan dan kemajuan peserta didik.

Penutup
Makin jelas bahwa guru merupakan pemicu bagi peserta didik dan menggerakkan kelas demi pengembangan diri peserta didik.

*) Kukuh  Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan
Malang

237 Komponen Penting Proses Belajar Mengajar


Komponen Penting Proses Belajar Mengajar

Pengantar
Proses Belajar Mengajar (PBM) mata pelajaran ada beberapa hal perlu mendapat perhatian baik  oleh calon guru maupun yang sudah jadi guru. Beberapa hal tersebut merupakan komponen penting yang berpengaruh terhadapan pra PBM,  selama PBM, maupun setelah PBM.


Beberapa komponen yang mempengaruhi PBM adalah ciri khas mata pelajaran, tujuan mata pelajaran, karakter guru, ketersediaan bahan/alat/media, mapping kelas, dan kondisi lingkungan.

Enam Komponen
Keenam komponen yang mempengaruhi PBM mata pelajarahan saling memberi pengaruh. Keenam komponen penting dipelajari disiapkan dan diolah terus oleh guru.

Pembahasan komponen Ciri khas mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki ciri khas tersendiri. Guru perlu paham tentang hal tersebut. Tujuan agar Guru bisa memilah dan memilih strategi mengajar dengan tepat. Proses Belajar Mengajar bagaimana dan seperti apa. Dalam pikiran guru terbangun gambaran.

Komponen Tujuan Mata Pelajaran pasti berbeda. Tujuan ini terbagi menjadi tujuan khusus dan tujuan umum. Memahami tujuan mata pelajaran bertujuan menjadi pedoman bagi guru dalam merancang proses belajar mengajar. Menyeleksi kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menyusun rancangan kegiatan pendukung lainnya.

Komponen Karakter Guru. Pada komponen ini penting. Guru wajib tahu sadar diri terhadap dirinya sendiri. Dalam diri guru punya gambaran "gambaran membentuk peserta didik ingin seperti apa." Ini penting, karena guru membentuk peserta didik kepribadian, katakter, mental dan emosi. Guru sekali lagi bukan hanya memindah pengetahuan melainkan lebih dari pada itu. Yaitu membentuk karakter mental dan jiwa serta emosi peserta didik.

Komponen Ketersediaan Bahan/Alat/Media. Penggunaan bahan/alat/media memiliki korelasi dengan tujuan mata pelajaran dan karakter guru. Guru mesti pandai pandai memilah dan ilih bahan/alat/media yang tepat dalam proses belajar mwngajar demi pencapaian tujuan mata pelajaran. Idealisme guru nampak jelas dalam komponen ini. Kreatifitas guru teruji. Kecerdasan guru nampak pada komponen ini.

Komponen Mapping Kelas. Mapping kelas memang tidak serta merta dipunyai guru tanoa masuk kelas terlebih dahulu. Keakuratan mappping kelas dipunyai dapat dilakukan beberapa cara. Observasi , biasanya ini memberikan gambaran secara umum maka keakuratannya secara individu kurang. Cara agar akurat ialah membuat angket.

Komponen Kondisi Lingkungan. Komponen ini mengisyaratkan guru peka lingkungan atau tidak. Guru perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekolah dan masyarakat. Kondisi keunggulan potensi di sekolah dan di masyarakat yang dapat mendukung proses belajar mengajar. Tentu harapannya, peserta didik selain memahami mata pelajaran dari buku paket, juga mendapat nilai lebih dari guru peka lingkungan dan kreatif.

Penutup
Itulah enam komponen sangat sangat mempengaruhi prosea belajar mengajar. Selebihnya, enam komponen tidak cukup berjalan sendiri sendiri melainkan perlu kombinasi keenamnya. Tugas gurulah dalam mengkombinasi kenam-enamnya.

*) Kukuh Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan
Malang

Sunday, February 28, 2016

235 Tanggung Jawab Guru Tiga Fase



Tanggung Jawab Guru Tiga Fase

Guru sat ini menjadi salah satu profesi yang mengalami peningkatan minat masyarakat. Hal tersebut sangat berbeda dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Dimana guru mengalami masa penurunan minat masyarakat atau generasi anak bangsa dalam memilih profesi.

Profesi guru pada era saat ini, bisa dikatakan menerima berbagai "vitamin" dari pemerintah. Pemerintah memberikan beberapa "vitamin" seperti insentif tunjangan profesi guru. Tunjangan ini diberikan tiap bulan. Lalu, "vitamin" lainnya tunjangan guru bersertifikasi.

Vitamin tersebut langsung ditransfers ke nomor rekening pribadi. Vitamin vitamin tersebut tentunya memiliki tujuan dan konsekuensi. Oleh karena itulah minat generasi anak bangsa terhadap profesi guru mengalami peningkatan.

Maka sebagai gambaran secara umum profesi guru mengemban tanggung jawab. Dibawa ini sedikit diuraikan tanggung jawab guru dalam hal berkas/perangkat sebelum selama dan setelah mengajar.

Tanggung jawab guru selama satu tahun pelajaran dalam ritme proses belajar mengajar dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase sebelum mengajar, fase proses belajar mengajar dan fase penutup.

Tentu muncul pertanyaan, apa saja tugas guru dalam tiga fase
Sebelum memulai tahun ajaran baru guru menyiapkan beberapa berkas/perangkat sebagai kelengkapan mengajar

  1. Menyiapkan membuat dan menyempurnakan silabus
  2. Membuat pekan efektif
  3. Membuat promes (program semester)
  4. Menyiapkan buku pegangan (guru dan peserta didik)
  5. Membuat prota (program tahunan)
  6. Membuat Rencana Pembelajaran 
  7. Menyiapkan Buku Absensi Siswa
  8. Menyiapkan Buku Agenda Mengajar
  9. Menyiapakan materi ajar
  10. Menyiapkan strategi, metode mengajar

Guru perlu menyiapkan perangkat untuk proses belajar mengajar pada fase kedua.

  1. Mempersiapkan diri sebelum mengajar
  2. Menyiapkan beberapa cara pengelolaan kelas
  3. Mengisi Agenda mengajar guru
  4. Mengisi absensi peserta didik
  5. Mengisi buku agenda kelas
  6. Mengajar materi pelajaran
  7. Menbuat soal tes kecil
  8. Koreksi dan penilaian tes kecil
  9. Menganalisis tes kecil
  10. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan peserta didik pada pokok materi 
  11. Menyiapkan strategi lain
  12. Menyiapkan tugas tugas
  13. Memilah tugas tugas yang sesuai
  14. Koreksi dan penilaian 
  15. Memasukan nilai pada daftar nilai peserta didik
  16. Mengukur kemampuan peserta didik
  17. Menyiapkan bahan Ulangan harian 
  18. Merumuskan soal ulangan harian 
  19. Melaksanakan ulangan harian 
  20. Koreksi dan penilaian 
  21. Memasukan nilai dalam daftar nilai peserta didik
  22. Menganalisis hasil ulangan 
  23. Menyiapkan bahan remedial
  24. Melaksanakan remedial
  25. Koreksi  penilaian remedial
  26. Menyiapakan bahan ulangan tengah semester
  27. Menyusun kisi soal ulangan tengah semester
  28. Membuat soal ulangan tengah semester
  29. Membuat kunci soal ulangan tengah semester
  30. Melaksanakan ulangan tengah semester
  31. Koreksi dan penilaian ulangan tengah semester
  32. Mengalanisis hasil ulangan tengah semester
  33. Memasukkan nilai uts
  34. Me!buat soal remedial 
  35. Melaksankan remedial
  36. Koreksi dan penilaian remedial
  37. Memasukan nilai remedial uts
  38. Mengisi buku rapot semester ganjil 
  39. Membagikan rapot ke wali murid  
Pada bagian menuju tutup tahun pelajaran guru masih perlu menyiapkan, membuat dan melengkapi berkas/perangkat mengajarmengajar, fase ketiga:
  1. Mempersiapkan diri sebelum mengajar
  2. Menyiapkan beberapa cara pengelolaan kelas
  3. Mengisi Agenda mengajar guru
  4. Mengisi absensi peserta didik
  5. Mengisi buku agenda kelas
  6. Mengajar materi pelajaran
  7. Menbuat soal tes kecil
  8. Koreksi dan penilaian tes kecil
  9. Menganalisis tes kecil
  10. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan peserta didik pada pokok materi 
  11. Menyiapkan strategi lain
  12. Menyiapkan tugas tugas
  13. Memilah tugas tugas yang sesuai
  14. Koreksi dan penilaian 
  15. Memasukan nilai pada daftar nilai peserta didik
  16. Mengukur kemampuan peserta didik
  17. Menyiapkan bahan Ulangan harian 
  18. Merumuskan soal ulangan harian 
  19. Melaksanakan ulangan harian 
  20. Koreksi dan penilaian 
  21. Memasukan nilai dalam daftar nilai peserta didik
  22. Menganalisis hasil ulangan 
  23. Menyiapkan bahan remedial
  24. Melaksanakan remedial
  25. Koreksi  penilaian remedial
  26. Menyiapakan bahan ulangan  akhir semester
  27. Menyusun kisi soal ulangan akhir semester
  28. Membuat soal ukangan akhir semester
  29. Membuat kunci soal ulangan akhir semester
  30. Melaksanakan ulangan akhir semester
  31. Koreksi dan penilaian ulangan akhir semester
  32. Mengalanisis hasil ulangan akhir semester
  33. Memasukkan nilai uas
  34. Me!buat soal remedial 
  35. Melaksankan remedial
  36. Koreksi dan penilaian remedial
  37. Memasukan nilai remedial uas
  38. Mengisi buku rapot semester ap 
  39. Membagikan rapot kenaikan ke wali murid
Itulah beberapa aktivitas profesi guru dalam kurun waktu satu tahun pelajaran. Satu tahun pelajaran dibagi dalam dua semester.

Hal-hal diatas perlu dipelajari dan mengerti oleh calon guru.

*)Kukuh Widijatmoko, M. Pd
Dosen Universitas Kanjuruhan
Malang

#234 Materi Profesi Keguruan

Matakuliah Profesi Keguruan

1. Hakekat Profesi
2. Syarat Profesi
3. Prinsip Profesionalitas
4. Hakekat Guru
5. Kompetensi Guru
6. Hak dan Kewajiban Guru
7. Peranan Guru
8. Kode Etik Profesi Keguruan
9. Sikap Profesional Keguruan
10. Organisasi Profesional Keguruan

Wednesday, January 20, 2016

#233 Istilah Sosiologi kelas XII SMA

Glosarium kelas XII Sosilogi Sekolah Menengah Atas

Agresif : bersifat atau bernafsu menyerang; cenderung menyerang kepada sesuatu yang dipandang sebagi hal atau siatuasi yang mengecewakan, menghalangi, atau menghambat.
Analisis bivariat : analisis hubungan antara dua gejala.
Analisis isi : suatu penelitian dengan menganalisis isi berbagai dokumen.
Analisis multi variat : analisis hubungan antara lebih dari dua gejala.
Analisis univariat : analisis suatu gejala yang melibatkan kecenderungan dan penyimpangan.
Angket : daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan.
Bendoro : tuan, majikan, bentuk sapaan untuk pejabat tinggi pada jaman colonial.
Dalil : keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran; pendapat yang dikemukakan atau dipertahankan sebagai suatu kebenaran.
Data kualitatif : data yangberupa kata-kata atau ungkapan-ungkapan.
Data kuantitatif : data yang berupa angka-angka.
Deduksi : penarikan kesimpulan dari keadaan umum; penemuan yang khusus dari yang umum.
Deskripsi : pemaparan atu penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.
Deskriptif : bersifat menggambarkan secara apa adanya.
Destruktif : bersifat destruksi (merusak, memusnahkan, atau menghancurkan).
Diferensiasi fungsi : terjadinya perubahan struktur disertai dengan perubahan pada fungsi.
Disfungsi : perihal tidak berfungsinya secara normal atau terganggung fungsinya.
Disintegrasi : keadaan tidak bersatu padu; keadaan terpecahkan belah; hilangnya keutuhan atau oersatuan; perpecahan.
Eksperimen : percobaan yangbersistem dan terencana untuk membuktikan suatu teori, dan sebagainya.
Eksplorasi : penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan); kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru.
Empiris : berdasarkan pengalaman (terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan).
Evolusi : perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit)
Hedonisme : pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.
Generalisasi : perilah membentuk gagasan atau simpuln umum dari suatu kejadian, hal, dan sebagainya; perihal membuat suatu gagasan yang lebih sederhana daripada yang sebenarnya.
Genetika : cabang biologi yang menerangkan sifat turun temurun; ajaran tentang pewarisan.
Gerakan konservatif : gerakan sosial yang berupaya mempertahankan nilai dan institusi masyarakat.
Gerakan reaksioner : gerakan sosial yang bertujuan kembali mengubah sebagian institusi dan nilai.
Gerakan reformis : gerakan sosial yang hanya bertujuan mengubah sebagian institusi dan nilai.
Gerakan revolusioner : gerakan sosial yang bertujuan melakukan transformasi menyeluruh tatanan sosial, termasuk institusi pemerintah dan system stratifikasi.
Gerakan sosial : suatu aliansi sosial sejumlah besar orang yang berserikat untuk mendorong atau pun menghambat suatu segi perubahan sosial dalam suatu masyarakat.
Globalisasi : proses peningkatan kesalingtergantungan masyarakat dunia; suatu proses sosial yang di dalamnya kendala geografi terhadap pengaturan sosial dan budaya menjadi surut dan dalam mana manusia menjadi semakin sadar bahwa pengaturan tersebut menjadi semakin surut.
Heterogen : terdiri dari berbagai unsure yangberbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam.
Hipotesis : sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar.
Ilmiah : bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
Individualisme : paham yang menganggap diri sendiri (kepribadiaan) lebih penting daripada orang lain; paham yang menghendaki kebebasan berbuat dan menganut suatu kepercayaan bagi setiap orang; paham yang mementingkan hak perseorangan di atas kepentingan masyarakat dan Negara.
Induksi : metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum); penarikankesimpulan berdasarkan keadaan-keadaan khusus untuk diperlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah-kaidah khusus.
Industrialisasi : usaha menggalakkan industry dalam suatu Negara; pengindustrian.
Institusionalisasi : merupakan proses suatu norma menjadi bagian dari suatu lembaga (pelembagaan)
Instrumen : sarana dalam penelitian (berupa seperangkat tes, dan sebagainya) untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan.
Interpretasi : pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu; tafsiran.
Integratif : bersifat integrasi (pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat).
Karikatif : bersifat member kasih sayang.
Klan : kesatuan geneologis yang mempunyai kesatuan tempat tinggal dan menunjukkan adanya integrasi sosial; kelompok kekerabatan yang besar.
Komunikasi sosial : komunikasi antarkelompok sosial dalam masyarakat.
Komprehensif : bersifat mampu menangkap (menerima) dengan baik; mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas.
Kontak sosial : hubungan antar satu pihak dan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial.
Kondusif : member peluang pada hasil yang diinginkan; bersifat mendukung.
Konsumerisme : paham atau gaya hidup yang menganggap barang-brang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan; gaya hidup yang tidak hemat.
Kuesioner : alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis; bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos; daftar pertanyaan.
Kuota : jatah; jumlah yangtelah ditentukan.
Materialisme : padangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera.
Mekanisme : penggantian dan penggunaan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan.
Modernisasi : proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
Metodologi : ilmu tentang metode; uraian tentang metode.
Mobilitas : gerak perubahan antara warga masyarakat yang terjadi, baik secara fisik maupun secara sosial.
Mobilitas sosial : perubahan kedudukan warga masyarakat kelas sosial yang satu ke kelas sosial yang lain.
Mobilitas sosial horizontal : perpindahan penduduk secara mendatar atau dalam lapisan yang sama atau sederajat.
Mobilitas sosial vertical : perpindahan kedudukan dari yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi atau sebaliknya, dari kedudukan yang lebih tinggi ke kedudukan yang lebih rendah.
Momentum : saat yang tepat; kesempatan.
Nalar : pertimbangan tentang baik buruk, akal budi; aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis; jangkaauan pikir; kekuatan pikir.
Normatif : berpegang teguh kepada norma; menurut norma atau kaidah yang berlaku.
Objektif : mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Observasi lapangan : pengamatan terhadap perilaku manusia dalam keadaan alamiah.
Paradigma : gambaran dasar mengenai pokok bahasan suatu ilmu yang menentukan apa yang harus diteliti, pertanyaan apa yang harus diajukan, bagaimana pertanyaan harus diajukan, dan aturan apa yang harus diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh.
Penelitian : kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
Penelitian survey : jenis penelitian yang didalamnya hal yang hendak diketahui peneliti dituangkan dalam suatu daftar pertanyaan baku yang diajukan pad sejumlah subjek penelitian yang ditentukan secara acak atau dengan teknik penarikan contoh laib untuk mewakili suatu populasi.
Perubahan sosial : segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan kebudayaan : perubahan yang terjadi pada kebudayaan suatu bangsa (kelompok orang)
Pola linier : menurut pemikiran bahwa perkembangan masyarakat mengikuti suatu pola yang pasti.
Poligami : system perkawinan yang salah satu pihak memiliki/mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.
Populasi : jumlah orang atau pribadi yang mempunyai cirri-ciri yang sama; sekelompok orang, benda, atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel ; suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Preventif : bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa)
Psikosomatis : berhubungan dengan gangguan emosi atau mental (tentang penyakit).
Random : secara acak.
Rekayasa : penerapan kaidah-kaidah ilmu dalam pelaksanaan (seperti perancangan, pembuatan konstruksi, serta pengoperasian kerangka, peralatan, dan system yang ekonomis dan efisien)
Relevansi : hubungan; kaitan.
Reliabilitas : perihal sesuatu yang bersifat reliable (bersifat andal); ketelitian dan ketepatan teknik pengukuran; keterandalan.
Responden : penjawab (atas pertanyaan yang diajukan untuk kepentingan penelitian).
Retorika : ketrampilan berbahasa secara efektif; (retoris: bersifat retorika).
Revolusi : perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yang dilakukan dengan kekerasan (seperti perlawanan dengan senjata); perubahan yang mendasar di suatu bidang.
Sampel : sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar; bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; contoh.
Sampling : proses menarik sampel dari populasi.
Sekularisme : proses melalui mana agama kehilangan pengaruhnya terhadap berbagai segi kehidupan manusia; proses melalui mana perhatian manusia beserta institusinya semakin tercurahkan pada hal duniawi dan perhatian terhadap hal yang bersifat rohaniah semakin berkurang.
Sensus : pengumpulan data di mana yang menjadi subjek penelitian ialah seluruh populasi.
Sistem : suatu kesatuan beberapa komponen yang saling mendukung dan tidak adanya antagonism antara komponen-komponen itu.
Statistik : data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat member informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Survei : teknik riset dengan member batas yang jelas atau data; penyelidikan; peninjauan.
Tabulasi : penyusunan menurut lajur yang telah tersedia; penyajian data dalam bentuk table atau daftar untuk memudahkan pengamatan dan evaluasi.
Transformatif : bersifat berubah-ubah bentuk (rupa, macam, sifat, keadaan).
Transnasional : berkenaan dengan perluasan atau keluar dari batas-batas Negara.
Validasi : sifat benar menurut bahan bukti yang ada; logika berpikir; kekuatan hukum; bersifat valid (sahih).
Verifikasi : pemerikasaan tentang kebenaran laporan, pernyataan, dan sebagainya.