Monday, September 14, 2015

#149 Doaku

Syalom
Perkenalkan nama saya: Riki Kurnia
Tempat Tanggal Lahir: Genok 10 Deswmber 1989.
Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.

Pada kesempatan ini saya memulai suatu tulisan saya dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi acuan, dan yang pernah saya rasakan.
Bagaimana kita menguasai diri dalam keseharian
Apakah  kita miliki sifat angkuh dan sombong,atau egois?
Apakah kita hanya mementingkan diri sendiri ?
Apakah kita perduli terhadap orang lain  ?
Apakah kita suka meremehkan orang lain. ?
Apakah dalam kita berkata-kata, sudah memikirkan perasaan orang lain ?
Apakah kata-kata yang kita  ucapkan itu akan melukai orang atau apakah benar atau tidak?
Apakah kita sering asal bicara ceplas ceplos dengan mengikuti kemauan hati sendiri. ?
Apakah kita hanya mempertimbangkan perasaan sendiri.?
Apkah kita sudah berlaku sopan,terhadap semua orang.terlebih terhadap teman-atau keluarga. ?
Apakah  kita menghargai kepedulian orang lain yang membantu kita.?
Bagaimana menyikapi suasana hati  yang tidak baik dan rasa ingin marah?
Bagaimana kalau kita berbuat salah ,maukah kita berubah dan mohon ampun dan  berjanji tidak mengulani?
Apakah kita sudah menguasi lidah kita?
Apakah kita masih memiliki prasangka buruk terhadap orang lain?
Apakah kita mau menegor orang yang berbuat salah.?
Apakah kita masih mau kompromi dengan dosa
Apakah kita sering iri meliat keberhasilan orang lain.?
Apakah kita bisa menghargai teman yang berprestasi.?
Apkah kita bisa menjaga sikap hati  terhadap keluarga juga teman. ?
Apakah kita masih suka membantah dan tidak mendengarkan nasihat dari orang tua. ?
Maukah kita belajar hikmat dan pengetahuan dari Tuhan. ?
Apakah kita sudah bertekunl dalam doa dan selalu berjaga-jaga? Apakah kita sadar bahwa musuh kita si iblis,berjalan seperti singa lapar yang meraung-raung mencari mangsa,siapa saja bisa  diterkamnya.?
Apakah kita sudah menggunakan  perlengkapan senjata Allah,untuk melawan iblis?.
Apakah kita sudah hidup kudus?,Sebab ktanpa kekudusan kita tidak berkenan dimata Allah,sebab Dia Kudus .
Ucapan Syukurku
Aku ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Pertama-tama karena dilahirkan di dalam keluarga yang percaya pada Tuhan sejak kecil.
Aku merasakan ,bahwa Tuhan telah memberikan banyak kesempatan pada-ku untuk mendekati-Nya. Aku  juga bersyukur kepada Tuhan karena telah memimpin-ku  ke gereja Protestan,di mana aku  dapat melihat banyak kesaksian yang baik, di mana dari diri saudara-saudara-ku bersaksi bagaimana campur tangan Tuhan dalam hidup-nyadan  apa artinya menjadi orang Kristen.Terima kasih juga kepada Tuhan karena memberikan Bapak dan ibu yang sejak kecil mengajar i-ku untuk membaca Alkitab, bersaat teduh ,mendengar Firman ,berdoa dan belajar bagaimana untuk lebih dekat dengan Tuhan.Aku juga telah banyak diajar bagaimana untuk bertumbuh  dalam iman dan dalam proses itu juga aku belajar untuk mengenal dan mengalami lawatan Tuhan secara pribadi.
Allah begitu mengasihi kita, Dia menjaga kita seperti biji mata,Sangat besar kasih setia-Nya kita harus setia mengiring Dia ,untuk selamanya . 
Doaku....
Ya Tuhan yang penuh kasih dan kemurahan.
Segala puji ,hormat ,syukur kunaikkan hanya kepada-Mu ,atas segala nikmat ,anugerah yang telah Engkau sudah limpahkan atasku. Berikanlah pengampunan akan segala dosa-dosaku ,baik yang kulakukan dengan sengaja,ataupun dengan tidak . Dan janganlah Engkau mengingat lagi dosa dan kesalahanku dimasa lalu,tetapi ingatlah akan segala kasih seti-Mu dan Rahmat-Mu yang begitu besar. Ya ..Tuhan saya memerlukan Engkau,pimpinlah hidup saya  sesuai rencana dan kehendak-Mu. Sucikan hati dan fikiranku dari yang jahat,agar saya berkenan kepada_mu.Kiranya Engkau memberi hikmat dan pengertian lebih dalam lagi.agar kami mengenal Engkau dengan benar.

Aku menyerahkan seantero tubuh roh dan  jiwa saya  dalam tangan kasih setia-Mu,sebab ada suka cita dan damai sejahtera hidup dalam lindungan_Mu. Kiranya Engkau mendengar doa dan seruanku. Demi Kristus kami naikan doa dan permohonan saya. Amin 

#148 Before 40


Before 40 adalah suatu impian yang harus dicapai pada waktu usia 40 tahun. Karena impiannya untuk meraih mimpi dan visi yang Tuhan berikan dalam kehidupannya. Dan setelah menginjak usia 40 tahun dia punya visi untuk melayani dalam wilayah yang lebih besar lagi. Untuk membawa generasi yang takut akan Tuhan.
Candra Wijaya, lahir di Blitar tanggal 27 Juli 1984. Didalam perjalanan yang memasuki perjalanan usia ke-31 saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Produksi di Radio 107,3 Sejahtera FM. Di usiannya sangat muda ini juga mengajar di tiga sekolahan yaitu SMP Kristen YPK 1 School For Life, LP3I MALANG, STT YESTOYA MALANG. Selain itu juga menjadi pengkhotbah mulai dari sekolah minggu, lanjut usia, pemuda dan melayani di beberapa gereja.
Dalam perjalanan kehidupan Candra Wijaya merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ketika kelas 6 SD dia mengalami broken home. Banyak kasus  yang terjadi bahwa anak korban gabroken home akan mengalami guncangan dan tidak berhasil. Namun, semua karena kasih karunia Tuhan  akhirnya Candra Wijaya bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Ketika memasuki SMP dia merupakan siswa yang kurang pintar. Bahkan ketika test IQ hasilnya rata-rata bawah. Namun, mujizat terjadi karena kasih karunia Tuhan, maka kelas 2 smp dia menjadi juara kelas. Dan masuk pada kelas unggulan. Dan ketika SMK mujizat pun terjadi karena bisa masuk di negeri dan program unggulan Akuntansi. Sehingga ketika Lulus dan masuk LP3I  Malang dia mengambil jurusan komputer Akuntansi.  Ketika masa-masa kuliah di LP3I Tuhan memberikan mujizat yaitu menjadi wisudawan terbaik nomor tiga dari 150 siswa di LP3I Malang.
Tahun 2004 meninggalkan pekerjaannya di PT NATIONAL STARCH AND CHEMICAL. Di PT NATIONAL STRACH AND CHEMICAL candra wijaya bekerja dengan membawahi beberapa bagian yaitu kas, pajak, hutang, piutang. Ketika meninggalkan pekerjaan tersebut sebenarnya oleh jajaran manajemen tidak diijinkan. Namun, karena panggilan Tuhan untuk melayani di Malang maka candra wijaya meninggalkan pekerjaannya dengan segala fasilitas yang ada.
Pada Tahun 2005, panggilan Tuhan yang kuat disampaikan melalui hamba Tuhan sepenuh waktu pada bidang radio sejahtera FM. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2006 akhirnya menjadi staff khusus dalam bidang radio. Pelayanannya diawali menjadi seorang penyiar dan music director. Kemudian pelayanannya berkembang menjadi kepala produksi yang membawahi penyiar.
Tahun 2009, oleh karena kasih karunia Tuhan maka candra wijaya memperoleh kesempatan untuk mengikuti perkuliahan di STT YESTOYA dengan program pendidikan S1 jurusan teologi kependetaan. Didalam menempuh masa perkuliahan ini candra menemukan orang-orang yang banyak memberi inspirasi yaitu Pdt Dr. Samuel Sianto, M Th yang membuka paradigmanya tentang bagaimana hidup ini harus memberikan dampak dan nilai. Pdt Dr Adriaan Wakkary, M Th yang memberikan inspirasi tentang bagaimana agar kita bisa menentukan visi dan arah hidup kita untuk menjadi orang yang sukses. Bapak Engelbertus Kukuh, S.H , M Pd yang memberikan inspirasi bagaimana kita mengembangkan potensi diri kita agar menjadi terang bagi dunia. Dan juga masih banyak dosen-dosen lainnya.
Ketika mengikuti  perkuliahan di STT Yestoya candra wijaya harus bekerja dengan ekstra keras. Karena paginya dia kuliah, lalu malam harinya dia lanjut bekerja diradio. Suatu waktu dia bertemu dengan salah seorang staff di LP3I MALANG tempat dia berkuliah dulu. Dan dia ditawari untuk mengajar di LP3I  sebagai dosen agama Kristen. Pada waktu itu candra wijaya masih semester 6 dan belum lulus kuliah. Akhirnya, dia pun dipercaya sebagai dosen agama Kristen sampai sekarang.
Tahun 2014 setelah selesai mengambil program S1 tawaran mengajar datang lagi dari SMP YPK KRISTEN 1 untuk mengajar sebagai guru agama kristen dan guru Akuntansi. Kemudian dia juga mengajar di Yestoya sebagai Asisten dosen beberapa  mata kuliah. Sampai saat ini dia mengajar tiga sekolah.
Dan kemudian pada Tahun 2015 dia diutus oleh Gereja Bethel Indonesia Jemaat Diaspora Malang. Untuk pelayanan khotbah di seluruh cabang gereja GBI DIASPORA SEJAHTERA di seluruh Indonesia.
Dalam mencapai visinya seperti yang tertulis didalam Yeremia 29:7  Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Maka kerinduannya adalah untuk menjadi berkat bagi bangsa untuk menciptakan pemimpin bagi Indonesia.

Candra Wijaya dalam kehidupan kesehariannya dia mempunyai motto “Bersama Tuhan kita melakukan perkara yang besar”  mengatakan selagi kita masih hidup didunia ini kita haruslah memberi dampak bagi orang lain dan sesama kita. Dan saat ini dia mengikuti program pendidikan pasca sarjana di STT YESTOYA program kepemimpinan kristen. Dia mempunyai mimpi yang tertulis dalam before 40 sebaga langkah awal untuk melayani lebih luas lagi. Dan sekarang dari daftar mimpinya telah terjadi sekitar 40% diusianya yang ke-31 tahun ini. Suatu perjalanan yang panjang tentunya semua itu terjadi karena kasih karunia Tuhan.

Thursday, September 10, 2015

#147 Globalisasi


Ø  Pengertian:
Proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Ø  Teori:
1.     Achmad Suparman: Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda/perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa di batasi oleh wilayah.
2.    Laurence E. Rothenberg: Globalisasi adalah percepatan dan intensifikai interaksi dan integrasi antara orang-orang perusahaan dan pemerintah dari negara yang berbeda.
3.    Scholte: Globalisasi diartikan dengan semakin diturunkan batas antar negara
Ø  Ciri-ciri:
-      Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional
-      Adanya keterbukaan di berbagai bidang
-      Meningkatkan ketergantungan ekonomi antar bangsa
-      Meningkatnya interaksi budaya antar bangsa
-      Bertambahnya event-event berskala global, seperti olimpiade.
Ø  Sikap Masyarakat Menghdapi Globalisasi:
1.     Menerima Globalisasi:
-      Rasa tidak puas dari masyarakat terhadap keadaan atau situasi yang ada
-      Sadar akan adanya kekurangan budayanya sendiri
-      Sikap terbuka terhada hal yang baru
-      Tingkat kebutuhan yang semakin meningkat
2.    Menolak Globalisasi:
-      Unsur-unsur yang baru dapat menggoyahkan integritas budaya dan nilai yang dianutnya
-      Unsur baru bertentangan dengan pedoman hidup dan tidak sempurna, sehingga kurang dapat memberikan manfaat.
Ø  Dampak Positif:
-      Tingkat kehidupan yang lebih baik
-      Mobilitas tinggi
-      Berkembangnya pariwisata
-      Meningkatkan pembangunan negara
-      Meningkatkan teknologi
Ø  Dampak negatif:
-      Maraknya penyelundupan barang ke indonesia
-      Timbulnya hidup mewah dan boros
-      Menghambat pertumbuhan sektor industri
-      Individualismu
-      Mudah terpengruh dengan budaya dari luar yang tidak sesuai
Ø  Pengertian:
-      Cultureshock: perubahan nilai budaya seiring dengan perkembangan jaman dan wawasan yang berkembang.
-      Culturelag: suatu kondisi dimana terjadi kesenjangan antara berbagai dalam suatu kebudayaan
-      Urbanisasi: perpindahan penduduk dari desa ke kora
-      Kriminal: segala sesuatu yang melanggar hukum/sebuah tindak kejahatan
-      Kesenjangan: suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada dalam mayarakat.
-      SDM ( Sumber Daya Manusia ): sumber yang berasal dari manusia/dikerjakan oleh manusia
-      Etos Kerja: semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
-      Dinamis: penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan menyesuaikan diri.


Oleh Novita Sherla Hariyanto Xii IPS 3/22
SMAK Santa Maria Malang

#146 Pikiran Globalisasi

Rumsory XII IIS 2 / 2
SMAK Santa Maria
Malang

Globalisasi adalah suatu hal modern yang dalam satu dunia saat ini.
Ciri-ciri globalisasi :
1.    Terjadinya Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu.
Berkembangnya barang-barang seperti televisi satelit, telepon genggam dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).

3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). Saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Globalisasi pun memiliki teori, berikut teori tentang globalisasi :
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:

•    Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
•    Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
•    Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
•    Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalismetelah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
•    Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.

1. Masyarakat yang Pro terhadap globalisasi

Kelompok masyarakat ini adalah kelompok yang mendukung adanya globalisasi karena dengan adanya globalisasi mereka menganggap kehidupan masyarakat akan semakin sejahtera. Seperti contoh pada globalisasi perekonomian yang condong menggunakan sistem ekonomi liberal. Pada sistem ekonomi ini masyarakat dapat membeli barang-barang dengan kualitas bagus dengan harga yang terjangkau. Hal ini disebabkan karena dihapuskannya biaya ekspor-impor. Sehingga barang-barang dari luar negeri akan sangat mudah masuk ke sebuah negara. Akan tetapi di beberapa negara sistem ini sangat sulit berkembang karena adanya larangan atau peraturan pemerintah yang lebih melindungi produksi dalam negeri.

2. Masyarakat yang kontra terhadap globalisasi

Pada kelompok masyarakat jenis ini mereka menentang akan adanya globalisasi karena mereka beranggapan bahwa globalisasi hanyalah strategi negara adikuasa untuk menguasai berbagai bidang di seluruh dunia dan menyabarkan pola pikir dan budaya mereka. Sebagai contoh kita ambil dari bidang ekonomi kembali. Kita tahu bahwasanya sistem ekonomi yang dianut dalam era globalisasi adalah sistem ekonomi liberal dan kita tahu bahwasanya sistem ekonomi liberal berusaha untuk menghapus batas-batas negara dan menghilangkan biaya masuk ke sebuah negara. Apabila hal itu terjadi maka barang-barang asing akan sangat mudah masuk dan akan membanjiri pasar suatu negara.  Sehingga produk-produk dalam negeri akan sangat susah bersaing dengan produk-produk asing dan akan menimbulkan dampak negatif berupa lumpuhnya industri dalam negeri. Dan jika hal itu terjadi negara-negara dunia ketiga yang ekonominya lemah akan semakin lemah dan bagi negara yang mempunyai ekonomi kuat akan semakin kuat.


Dampak positif globalisasi

1.      Keterbukaan Informasi
Globalisasi membuat akses terhadap informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dari banyak media, seperti televisi, internet, sosial media, dan lain-lain. Ini membuat masyarakat semakin terbuka, cerdas dan berpikir kritis. Ini merupakan salah satu dampak positif yang ditimbulkan dari globalisasi terhadap bangsa Indonesia.

2.      Komunikasi semakin mudah dan cepat
Dulu mungkin orang tua kita membutuhkan waktu lama (berhari-hari) untuk berkomunikasi dengan temannya yang berada dinegara lain melalui media komunikasi konvensional surat menyurat. Tetapi saat ini era tersebut sudah usang, masyarakat lebih menyukai menggunakan media komunikasi yang murah dan cepat yaitu dengan telepon, internet dan sosial media.

3.      Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Globalisasi memungkinkan orang-orang yang pintar di Indonesia menuntut ilmu diluar negeri seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Dan jika sudah selesai diharapkan mereka bisa menerapkan dan mengaplikasikan ilmunya di Indonesia.

4.      Perekonomian Indonesia semakin menggeliat
Globalisasi membuat laju perekonomian dinegeri ini semakin menggeliat. Hal tersebut bisa terlihat dari neraca perdagangan kita yang terbilang baik karena nilai ekspor dan impornya relatif seimbang. Selain itu, Indonesia juga selalu dilirik oleh dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industry.

5.      Meningkatnya taraf hidup masyarakat
Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya dan juga keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja diluar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya didalam negeri. Meskipun demikian, sudah seharusnya era globalisasi ini diimbangi dengan manusia yang berpendidikan dan berkarakter.

6.      Persaingan yang sehat
Dengan globalisasi, perekonomian kita dapat menyamakan tarif untuk ekspor impor semua negara sehingga kegiatan perdagangan menjadi semakin cepat dan persaingan juga sehat.

Globalisasi tidak hanya memberikan berjuta manfaat untuk kita semua, melainkan juga terdapat dampak negatifnya. diantaranya adalah ...

Dampak Negatif Globalisasi

1.      Informasi tak terkendali
Arus informasi yang tak terkendali. Tidak semua informasi itu baik untuk kita, ada juga informasi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadiaan kita. Oleh karena itu, era globalisasi ini harus diimbangi dengan Spiritual Quotient ( SQ ).

2.      Kebarat – baratan
Menjamurnya budaya barat. Seperti yang dirasakan oleh bangsa Indonesia saat ini, Kenyataannya saat ini banyak sekali budaya barat yang diadopsi di Indonesia, akan tetapi sebaliknya, jarang sekali orang-orang yang mau melestarikan budaya asli Indonesia itu sendiri. Jika hal itu baik maka boleh kita tiru, jika sebaliknya maka buanglah jauh-jauh.

3.      Sikap individualisme
Saat ini, kita memerlukan bantuan alat atau perangkat untuk mempermudah aktifitas kita dan kita merasa tak perlu lagi bantuan manusia. Hal ini yang menyebabkan manusia semakin individualistik, padahal hakikat manusia sebenarnya adalah mahluk sosial. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menyebabkan orang-orang cenderung individualistis.

4.      Kesenjangan sosial semakin besar
Meningkatnya konsumerisme dikalangan masyarakat Indonesia. Sifat Konsumtif dibentuk oleh kita yang cenderung berbelanja produk-produk yang kita inginkan bukan yang kita perlukan. Kemudahan akses dalam berbelanja dan menbanjirnya produk-produk dari luar menyebabkan pola hidup konsumtif semakin merajalela.

5.      Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
karena banyaknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa cinta masyarakat kita terhadap bangsa indonesia. Karena hal tersebut, maka dapat berdampak terhadap perekonomian dalam negeri, pendapatan warga negara Indonesia sendiri menjadi berkurang, karena kebanyakan warga Indonesia lebih suka membeli makanan dan lain-lain yang berbau luar negeri.


Masalah globalisasi :

Globalisasi menawarkan sebuah pusat sistem yang bernama “sistem global”. Sistem global disini diartikan mencangkup keseluruhan bidang, termasuk di dalamya yaitu bidang sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Kita seharusnya melihatnya sebagai keuntungan yang terselubung. Mengapa demikian??? Jika diamati, sistem global sebenarnya menawarkan sesuatu yang lain. Globalisasi tidak saja sebagai penaklukan baru, tetapi juga kemerdekaan baru. Artinya, globalisasi juga memberikan ruang kebebasan bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk mampu mengambil tenaga serta bahan dari sumber-sumber sistemasi lain. Hal inilah yang menjadikan Indonesia semakin merdeka dari sebelumnya.
Sebagian besar dari kita merasa takut akan dampak negatif dari globalisasi. Meskipun pemikiran- pemikiran seperti itu sudah banyak diterima di semua kalangan, baik kalangan umum, atau pun kalangan intelektual seperti mahasiswa. Namun, tidak ada seorangpun yang dapat memastikan masa yang akan datang. Manusia hanya dapat mengira-ngira dampak dari sesuatu tersebut baik atau buruk hanya dalam segi teoritis. Dalam prakteknya segi teoritis ini tidaklah mutlak dapat mengendalikan keadaan sesuai perencanaan di dalamnya.

Diolah dari berbagai sumber.

Monday, September 7, 2015

#145 Kekuatan Gagasan



Judul : 50 Gagasan Luar Biasa yang Mengubah Dunia
Penulis : John Farndon
Alih bahasa : T. Muryanto
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2011


Buku ini aku dapat secara sengaja. Karena ada beberapa pilihan tema. Ada buku bertemakan pengembangan diri, psikologi, teknik penulisan, bertema mental.

Saya mestinya tidak berhenti di toko buku Gramedia. Tetapi mestinya menjemput anak. Berhubung ada bbm bertuliskan menjemputnya diundur. Maka aku putuskan membuang waktu di toko buku Gramedia.

Yang semula bertujuan membuang waktu, namun dalam perjalanan membaca aneka judul buku, ooohh yaaa. Betul. Ingatanku muncul bahwa aku butuh tambahan bahan untuk menjadi pembicara.

Saat itulah, aku mencermati sungguh tema buku dan materi pembicara. Aku mulai mencari dan mencermati tema buku. Dari pilihan pilihan, aku kerucutkan menjadi dua tema buku. Salah satunya buku ini.

Bagi saya buku ini, sungguh menginspirasi terjadinya perkembangan peradaban manusia. Dan, buku ini mengingatkan pada buku sejenis. Aku cari di rak buku. Dan, tepat buku berjudul " Kamus Penemu (1986)" penulis A. Haryono penerbit PT Gramedia Jakarta.

Makin membuktikan kekuatan ide sesungguh saling terkoneksi. Teruslah menginspirasi melalui tulisan.


Thursday, September 3, 2015

#144 Beginikah Rasanya ?

Beginikah rasanya?

Halloo, perkenalkan nama saya Veronika Arinta Hapsari. Saya lahir di ibukota Indonesia yaitu Jakarta, 28 Februari 1997. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Kakak saya bernama Adrianus Bambang Triasmoro. Dan orang tua saya bernama Fransiskus Asisi Soman dan Tri Lestari Margareta Maria. Saya tinggal bersama keluarga yang sederhana dan sangat mencintai satu sama lain. Dulu saya sekolah di SMA Fons Vitae 1, Matraman, Jakarta. Namun, saat ini saya kuliah di Universitas Katolik Widya Karya, Malang. Bapak saya bekerja di suatu perusahaan swasta, dan ibu saya bekerja di TK Cor Jesu Marsudirini, Matraman, Jakarta Timur.
Saya mau menceritakan perjuangan saya selama pencarian perguruan tinggi di Indonesia dan akhirnya mendapakan di salah satu universitas. Awalnya saya mempunyai cita-cita untuk masuk kuliah di STAN, karena memang dari SMP saya bercita-cita untuk bekerja di Kantor Perpajakan. Sambil menunggu pendaftaran STAN dibuka, saya mencoba SNMPTN. Saya ambil di Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Brawijaya. Ternyata saya tidak lolos. Jujur, ini paling menyakitkan daripada patah hati karena ditolak cowok lohhh….
Tidak hanya sampai disitu, saya tetap berusaha di SBMPTN. Memang saya tidak ikut les seperti teman-teman yang lainnya. Saya harus belajar sendiri, dan berlatih terus. Namun, saya terlalu sering mengulur waktu untuk belajar, karena bagi saya sudah terlalu lelah untuk mengingat materi pelajaran yang dibahas itu-itu saja. Suatu saat, saya dan teman-teman saya pergi ke café di Jakarta untuk belajar bareng. Salah satu teman saya berkata, “anjirr ini anak bukannya belajar malah main hp mulu”. Teman saya yang satunya menyahut, “Rinn, gila ya lo tinggal seminggu belajarnya malah main hp mulu”.
Dan hingga akhirnya, seminggu sebelum test SBMPTN tanggal 9 Juni 2015 saya baru belajar. Saya buka pocket book IPS saya, saya pelajari semua materi. Tanggal 9 Juni 2015 pun berlalu, dan lagi lagi lagi lagi saya ditolak hikss. Ini lebih menyakitkan daripada SNMPTN karena pupus sudah  harapan saya. Saya juga ikut test di Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta .
Eitsss, tapi jangan salah masih ada jalur test mandiri buat masuk PTN lohh, saya ambil Universitas Brawijaya dan Universitas Diponegoro pada tanggal 26 dan 28 Juli 2015. Saya akhirnya ke Malang untuk mengikuti test di Universitas Brawijaya, dan sampai saya menginap di rumah kontrakan kakak temenku yang kuliah di Universitas Brawijaya.  Dan tanggal 28 Juli pun telah berlalu. Tanggal 1 Agustus dan 4 Agustus adalah waktu terakhir untuk menentukan saya harus kemana melanjutkan kuliahnya. Dan ini lebih parahnyaaa, sampai saya  bertanya dalam diri saya “Begini kah rasanya?” ditolak dan ditolak lagi lagi lagi lagi dan lagiiiii HIKSSS….
Saya pun bingung harus cari kampus mana lagi, sementara pendaftaran STAN saja masih simpang siur. Ada yang bilang kalau tidak buka untuk tahun ini, ada yang bilang buka. Saya masih bingung, kampus mana yang masih buka pendaftaran. Saya pun terus berdoa semoga ada mujizat. Dan ternyata Tuhan itu sangat baik dan luar biasa. Sehari setelah penolakan itu, saya ditelfon bude saya, kalau ternyata Universitas Katolik Widya Karya, Malanng ini masih buka pendaftaran mahasiswa baru. Lewat bude pun saya mendaftarkan diri, memang sih jujur saja saya awalnya tidak tahu sama sekali Universitas ini. Dan akhirnya saya daftar disini, dan diterima sebagai mahasiswa baru angkatan 2015 – 2016. Ternyata STAN buka pedaftaran, dan syarat-syaratnya tidak sesuai dengan saya.
Dan saya pun yakin bahwa apapun keinginan saya kalau tidak disertai dengan belajar, tekun, rajin, dan berdoa tidak ada satu pun yang terwujud. Mungkin ini memang jalan dari Tuhan, dan saya saat ini sudah di Malang serta menjadi bagian dari Universitas Widya Karya.  Saya sudah melewati fase-fase melatih kekebalan mental saya melalui acara Ospek ini. Sekian dan terima kasih.


Veronika Arinta Hapsari
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akun
Universitas Katolik Widya Karya Malang