Thursday, June 14, 2018

455 Menyingkap Bola dan Aku

Menyingkap Bola dan Aku

Sepak bola merupakan olahraga merakyat. Ada beberapa unsur terkait dalam permainan sepak bola. Unsur pemain unsur wasit unsur lapangan unsur penyelenggara unsur, dan unsur bola.

Bola merupakan satu unsur penting dalam pertandingan sepak bola. Tanpa bola pertandingan sepak bola tidak dapat terlaksana. Apa yang akan ditendang? Apa yang diperebutkan kedua tim? Apa yang menjadi kunci ukuran pemenang, jika tanpa ada bola masuk ke gawang lawan?

Beberapa pertanyaan di atas membutuhkan keberadaan bola.

Hal lain tentang bola yaitu bentuk. Bentuk bola adalah bulat bundar bukan datar.

Bulat bundar membuat bola dapat menggelinding. Berputar ber jalan. Bulat menggelinding menunjukkan kadang di atas  kadang deep bawah. Itu lah pergerakan bola.

Hidup manusia berjalan seperti bola yaitu menggelinding. Bola menggelinding memaknai hidup manusia ada saatnya di bawah ada saatnya di atas. Artinya perjalanan hidup manusia ada saat jaya ada saat kalah atau terpuruk.

Peran lain bola yaitu bisa menyatukan berbagai perbedaan dalam satu tin kesebelasan. Peran berikutnya yaitu bisa membuat kekacauan membuat kerugian harta benda antar suporter, bahkan memakan korban jiwa. Peran bola yaitu membuat suasana tampak menarik dalam ruangan, karena bola menjadi perhiasan. Bola juga mampu membuat peningkatan status sosial.

Berdasarkan paparan di atas, mari merefleksi diri pada peran apakah pribadi saya sampai saat ini?



    

Thursday, June 7, 2018

454 Saat Api Unggun

Brilliant Marco Ebenhaizer
SMPK MARDIWIYATA MALANG

Saat Api Unggun
   
 Aku saat ini sangat senang. Udara yang segar sangat menyejukkan. Burung berkicau ria. Air pun mengalir dengan tenang. Hari ini amat menyenangkan bagiku.

     Aku sekarang berada di lingkungan terbuka bersama dengan teman-temanku. " aku kok betah ya disini, udaranya segar". Kata seorang tema ku. Gunung-gunung yang berwarna hijau diselimuti kabut yang tebal. Sungguh senang saat itu.

      Saat malam tiba, aku tertidur dengan lelap dengan udara dingin yang merasuk dikulitku. Lalu, aku pun terbangun. Terbangun dengan dinginnya pagi yang segar. Aku bersyukur, karena aku masih bisa bernafas dengan badan yang sehat.
Aku sangat bersyukur saat itu.

       Saat api unggun, aku sangat menikmati kehangatan ditengah dinginya udara. Dan aku juga menikmati kebersamaan dengan adanya pentas seni. Bergurau, bercerita , bernyanyi dan bahagia bersama. Itu yang dilakukan aku bersama teman-temanku. Setelah itu, aku berdoa atas kegiatan pramuka saat hari itu.

      Dan keesokan harinya, kami pulang dengan hati yang gembira. Pelajaran yang dapat saya ambik dari kemah ini adalah  saya dapat belajar kekompakan, belajar mandiri dan belajar untuk bersyukur dan mencintai alam yang kita punya. Lalu kami kembali ke sekolah dengan menaiki bis. Sambil bernyanyi riang gembira. Aku tidak akan melupakan kemah ini.

Wednesday, June 6, 2018

453 Pramukaku



Pramukaku

   Hari dimana selama 3 hari 2 malam bersama teman , tanpa orang tua . Ya istilahnya sih mandiri . Banyak kegiatan mendidik, walaupun ada yang membosankan terkadang . Selalu menahan lelah dan haga

    Kelelahan yang selalu menyelimuti badan, pramuka....ya pramuka namanya. Kegiatan yg selalu diadakan setiap setahun sekali. Banyak pengalaman yang selalu disimpan di dalam otak . Sikap mandiri dan keberanian diuji selalu.

   Saat-saat menyenangkan dan menyedihkan selalu dilewati bersama.Keluh kesah selalu dirasa. Dingin dan panas pun dilewati . Karena itu adalah jiwa pramuka sejati. Hati yg jujur dan berbakti.

    Teringat akan kejadian. Kejadian tak penting dan membuat tertawa. Kedekatan yang semakin erat dengan semua. Selalu bersikap tertib dan patuh. Karena semua itu adalah bagian dari pengalamanku pada saat pramuka.

   Lingkungan nanramah dan indah. Semakin menimbulkan semangat pramuka. Semangat yg berkobar dari jiwa seorang pramuka. Disiplin , berani  , dan setia , salah satu semboyan pramuka. Berani dan jujur , kedisiplinan lah yang menjadi dasar pramuka.


Karya: Fransisca ruth
Sekolah : SMPK Mardi Wiyata , Malang

Wednesday, May 23, 2018

452 Kerja Modal Sosial Dalam Ruang Sosial


Modal sosial individu. Apa yang dapat diperbuat terhadap modal sosial individu?

Ada empat tahap dapat dilakukan terhadap modal sosial individu dalam ruang sosial .

Mengaktifkan
Kesadaran individu atas kepemilikan modal sosial merupakan akses  mempengaruhi dalam ruang sosial.

Individu mengaktifkan modal sosial perlu dilakukan. Modal sosial dalam ruang sosial diaktifkan artinya modal sosial perlu digerakkan keluar dari ruang individu, dibuka terhadap lingkungan sekitar.

Mempengaruhi
Modal sosial individu memiliki dampak terhadap aspek lain . Dampak modal sosial individu melekat atas aspek lain dalam ruang individu.

Mengaitkan
Modal sosial individu memiliki keterhubungan terhadap bidang lain di dalam ruang individu . Keterhubungan ini mampu mereproduksi hal baru.

Memberdayakan
Modal sosial individu setelah melahirkan produk baru mampu menggerakkan individu lain.
Artinya individu lain pun bergerak untuk terlibat.

Pemahaman perlu diperjelas sebagai berikut, sebagai contoh Budi bisa membaca,
1 Budi bisa membaca mencapai titik kesadaran bahwa pembaca penting bagi diri sendiri dan memiliki manfaat bagi lingkungan sosial.

2 Budi mengembangkan kemampuan membaca ke membaca jenis buku bertema komunikasi.

3 Kemudian, Budi mulai berbukit dan berinisiatif untuk menyebarluaskan penting dan manfaat membaca terhadap lingkungan sekitar. Budi mulai memikirkan perlunya komunitas membaca.

4 Budi melakukan komunikasi dengan temen teman guna membentuk komunitas membaca. Budi mencari donatur buku, mencari tempat dan menyebarkan informasi ada komunitas membaca .

Itulah sedikit gambaran dan narasi Modal Sosial Individu memiliki empat tahap.


Tuesday, May 22, 2018

451 Forumulasi Empat Unsur




Empat ...ta itu ialah kapasitas, kapabilitas, koneksitas dan komunitas.

Individu melekat empat unsur diatas. Keempatnya lebih diartikan sebagai berikut:

Kapasitas bahwa setiap individu memiliki daya maksimal atas suatu hal.
Kapabilitas bahwa setiap individu memiliki l kemampuan/ketrampilan maksimal.
Koneksitas bahwa setiap individu memiliki keterhubungan maksimal.
Komunitas bahwa individu berada dalam keberagaman sosial.

Keempat memiliki formulasi tersendiri ketika diposkan sesuai konteksnya.

450 Modal Sosial dalam Ruang Sosial

Tiap manusia dibekali modal. Modal individu dan modal sosial.

Modal individu yaitu aneka kecerdasan , kesehatan, semangat, berbagai ketrampilan . Modal sosial seperti kerjasama, relasi, kelompok dan lain lain .

Ketika individu berada dalam ruang sosial memunculkan beberapa pola interaksi.



Pola pertama, sebut saja Adi memiliki modal individu dan sosial tetapi kedua modal hanya untuk diri sendiri meskipun berada dalam ruang sosial.

Pola kedua, Budi memiliki modal individu dan sosial ketika berada dalam ruang sosial bersikap berbeda. Satu sisi interaksi begitu kuat (1) tetapi disaat sama interaksi lemah (2). Namun (1) dan (2) tidak memiliki relasi.

Pola ketiga , sebut saja Cicho memiliki modal individu dan modal sosial memiliki relasi dengan (1) kuat tetapi lemah dengan (2). Meskipun demikian tanpa diketahui oleh Cicho relasi kuat terjalin antara (1) dengan (2).

Pola keempat , Dede miliki modal individu dan modal sosial memiliki relasi kuat dengan (1) dan (2) serta ada relasi kuat antara (1) dengan (2).

Pola kelima, Eko memiliki modal sosial dan modal individu memiliki relasi kuat dengan (1) dan (2) serta ada relasi kuat antara (1) dan (2) tetapi relasi ketiganya memiliki dampak dalam ruang sosial.


Sunday, May 20, 2018

449 Demokritus


Nama : Sepriana M Tubatonung
Bagan  Struktur Tokoh
Tokoh : Demokritus

Keluarga :
Orang tua : Nama orang tuannya tidak disebut tetapi Bapaknya dari keluarga terpandang dan Dia juga dikatakan dari Keluarga yang sangat kaya raya.  Sehinga pada saat Bapaknya meninggal ia menempuh perjalanan mencari kebijaksanaan, dan mengabdikan warisan ayahnya selama beberapa bgian dari kehidupannya.
Tempat tanggal lahir Tokoh : Demokritos lahir dikota Abdera di pesisir Thrake Yunani Utara, ia hidup kira-kira dari tahun 460 SM, dan Demokritos hidup selama 104 tahun dan meninggal sekitar  tahun 370 SM
Obrolan atau interaksi
Siapa saja Yang mempengaruhi
Selain menjadi murid Leukippos, Ia juga belajar kepada Anaxagoras dan Philolaos. Hanya sedikit yang dapat diketahui dari riwayat hidup Demokritos. Banyak data tentang kehidupannya telah tercampur dengan legenda-legenda yang kebenarannya sulit dipercaya. Meskipun ia hidup sezaman dengan Sokrates, bahkan usianya lebih muda, namun Demokritos tetap digolongkan sebagai filsuf pra-sokratik. Hal ini dikarenakan ia melanjutkan dan mengembangkan ajaran atomisme dari Leukippos yang merupakan filsuf pra-sokratik. Ajaran Leukippos dan Demokritos bahkan hampir tidak dapat dipisahkan.  Selain itu, filsafat Demokritos tidak dikenal di Athena untuk waktu yang cukup lama.  Misalnya saja, Plato tidak mengetahui apa-apa tentang Atomisme. Baru Aristoteles yang kemudian menaruh perhatian besar terhadap pandangan atomisme.
Demokritos dekat dengan Parmenides yang juga mengatakan indera tidak dapat dipercaya dan bahwa manusia harus memihak rasio. Dalam fragmen 125 pancaindera menyapa rasio demikian: “Hai, Rasio yang malang! Engkau menyanggah kami (pancaindera) dengan argumen-argumen yang berasal dari kami sendiri. Dengan menyangkal kami engkau sendiri akan akan jatuh juga.”



Aktifitas Tokuh
Kegiatan yang di lakukan Demokritus adalah dimasa mudanya Ia melakukan perjalanan ke Mesir dan Negara-negara Timur lainnya sehingga menambah luas wawasan serta memperkaya pengetahuannya, di Negeri yang dikunjunginya Demokritos banyak melakukan studi sehingga Dia di pandang sebagai seorang sarjana yang menguasai banyak lapangan keahlian. Pengaruh mazhab Elea dan Pythagoras sangat mencolok dalam pemikirannya, sehingga Anekdit yang hidup di zaman kuno menjulukinya sebagai “Filsuf yang tertawa” sebagai lawan dari Heraklitos “Filsuf yang menangis”.

Karya dari Demokritus adalah seorang teman yang bernama Diogenes Laertius mendaftar banyak karya Demokritos di berbagai bidang, termasuk etika, fisika, matematika, musik dan kosmologi. Dua karya yang lainnya yaitu, the Great World System dan the Little World System
Selain sebagai filsuf, Demokritos juga dikenal menguasai banyak keahlian. Sayangnya, karya-karya Demokritos tidak ada yang tersimpan. Demokritos menulis tentang ilmu alam, astronomi, matematika, sastra, epistemologi, dan etika. Ada sekitar 300 kutipan tentang pemikiran Demokritos di dalam sumber-sumber kuno. Sebagian besar kutipan-kutipan tersebut berisi tentang etika.
Selama karirnya dia juga banyak menulis buku Ilmu semesta seperti ahli filsafat Plato. Dan salah satu buku yang berjudul Lasser World Order, pada masa tuanya dia menghabiskannya dengan menulis dan mengajar
Demokritos juga mewarisi banyak tulisan Filosofis dan pengetahuan Ensiklopedia tentang Alam, struktur dunia, manusia, roh, pengenalan Inderawi, warna, namun hamper semua teks itu hilang, sehingga yang tersisa adalah beberapa Fragmen.
Penutup
Demokritos membedakan pengenalan inderawi dengan pengenalan rasional, pengenalan inderawi tidak benar karena, tidak memberitahukan bagaimana kenyataan itu sendiri. Pancaindera tidak mampu mengamati atom-atom, pengenalan rasional ini memperkenalkan pada realitas yang sebenarnya. Maka, Demokritos dekat dengan Parmenindes yang juga mengatakan indera tidak dapat di percaya dan bahwa manusia harus memihak rasio. Dalam fragmen 125 pancaindera menyapa Rasio demikian: “Hai, rasio yang malang! Engkau menyanggah kami (pancaindera) dengan argument-argumen yang berasal dari kami sendiri dengan menyangkal kami, engkau sendiri akan jatuh juga.
Demokritos juga beranggapan bahwa setiap macam pengenalan itu hanya merupakan proses jasmani saja. Seluruh realitas direduksir menjadi unsure-unsur kuantitatif saja, yakni atom-atom. Bagi Demokritos dan penganut Atomisme, tidak memerlukan pencipta karena atom-atom itu tidak pernah tidak ada. Dunia dilukiskan sebagai suatu system mekanistis, gejala-gejala yang ada tidak lebih merupakan akibat dari perubahan atom-atom.

Daftar pustaka

Berten  kees, Sejarah Filsafat Yunani, Kanisius, Yogyakarta, Edisi Revisi, 1989, hal. 62
K. Bertens. 1990. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius. Hal.61-66.

*) Mahasiswa STT Yestoya Malang