Resume Buku
Nama Buku : Psikologi Sosial
Pengarang : Dr. W. A. Gerungan, Dipl. Psych
Tahun Terbit : 2010
Penerbit : Refika Aditama
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dilingkungan masyarakat. Pada zaman dulu orang berbelanja di pasar tetapi karena perkembangan yang ada maka zaman sekarang banyak orang yang berbelanja di mall. Di, perubahan yang terjadi adalah tempat makan mall atau yang disebut foodcourt sebagai tempat nongkrong yntuk berbincang-bincang. Padahal dahulu tidak ada mall tetapi ada pasar itupun untuk jual beli barang. Foodcourt juga bisa jadi tempat kumpilnya untuk keluarga, teman, ataupun pacar.
Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia. Yang diketahui fungsi keluarga adalah sebagai kerangka sosial yang pertama, tempat manusia berkembang sebagai mahkluk sosial. Tetapi juga bisa peran untuk mempengaruhi perkembang individu sebagai mahkluk sosial.
Keluarga juga dapat menentukan pula cara-cara tingkah lakunya. Tetapi karena adanya perubahan sosial keluarga zaman sekarang terlalu bergantung pada kesibukan masing-masing da terlalu mengandalkan HP atau IPTEK yang ada karena adanya arus globalisasi
Dari kejadian yang ada di mall dengan yang terdapay di buku, perubahan sosial yang terjadi sangat cepat dan menjadi pengaruh dampak negative, hubungan mereka menjadi renggang karena terlalu senang dengan dunianya. Tetapi adapula dampak positif yaitu karena adanya HP, keluarga yang jauh di suatu tempat dapat menjadi dekat karena bisa mudah berkomunikasi
Untuk menghindari dampak negative yang terjadi, maka kita harus menjaga jarak dengan alat elektronik salah satunya HP. Dengan begitu, maka hubungan suatu keluarga kecil bisa berubah menjadi keluarga yang dekat, mengerti satu sama lain, dan harmonis seperti zaman dahulu.
Bermetodekan Mengamati, Mendokumentasi, Memetakan, dan Menarasikan
Monday, August 24, 2015
Friday, August 21, 2015
#124 Sahabat
Hai, friends nama ku francis casandra. Umurku 11
tahun rumah ku di jl. Kemayoran atas 6. Sekarang aku baru duduk di kelas 1 smp
yang berada di ypk school for life. Aku menulis cerita ini karena mendapat
tugas dari guru Jurnalistik ku aku mendapat tema tentang cita- cita. Jadi
kalian selamat membaca, dan semoga bias terinspirasi oleh cerita ini.
Meskipun
ini hanya sebuah karangan tapi semoga kalian mendapat sesuatu dari cerita ini
setelah membaca nya dan bias mencontoh yang baik dari cerita ini. Kalau setelah
kalian membaca cerita ini jika ada kata-kata yang salah atau tidak berkenan
mohon dimaaf kan ya. Makasih selamat membaca friends.
Cita-cita
Entah mengapa sejak kecil, sebelum aku
bersekolahpun apabila bermain bersama teman-temanku dan permainannya adalah
sekolah-sekolahan, maka pasti aku selalu ingin jadi gurunya, tidak mau jadi
muridnya. Dan dengan lantangnya aku selalu berlaga menerangkan pelajaran di
depan teman-temanku yang menjadi murid.
Anehnya, ketika aku masuk sekolah Agama (sekarang
MDA) hanya berlangsung kurang lebih tiga bulan jadi murid dan itupun langsung
di kelas dua tanpa melalui kelas satu dulu. Setelah itu aku diminta oleh pak
ustad untuk mengajar di kelas 0 (nol).
Namun cita-citaku untuk menjadi guru ini sempat
berubah arah ketika aku duduk di bangku kelas 2 SMP yaitu ingin menjadi ahli
pertanian, khususnya ahli hama. Alasanya, tanaman padi di daerahku mengalami
“Fuso” (gagal panen total) akibat serangan hama Wereng Cokelat, sehingga
tanaman padi mati mengering seperti terbakar. Ditambah lagi dengan pemberitaan
media masa (koran) yang menyatakan bahwa Warga Karawang (yang dikenal sebagai
lumbung padi Jawa Barat) makan Eceng Gondok karena kelaparan.
Tersulut pemberitaan tersebut batinku berkobar
(bahasa kerennya..!) dan lenyaplah seketika cita-cita ingin jadi guru yang
sudah sekian lama tertanam di hatiku, berubah menjadi kobaran api semangat
untuk menjadi ahli hama tanaman agar peristiwa memalukan ini tidak terulang
kembali.
Oleh karenanya, setelah lulus SMA akupun
mendaftar ke IPB Bogor walaupun harus berbohong kepada kedua orangtuaku
(alhamdulillah mereka sudah memaafkannya, lho…!) karena keduanya mengharapkan
aku daftar ke jurusan kedokteran UNPAD. Padahal waktu itu aku dapat tawaran
langsung diterima di IKIP Bandung, tapi tidak kuambil karena orangtuaku
menginginkan kedokteran.
Singkat cerita, aku diterima di IPB dan selesai
tepat waktu pada jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Alhamdulillah sesuai
harapan. Akupun malang melintang selama kurang lebih 12 tahun bekerja di
perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang agrochemical.
Suatu hari, pada tahun 2001 ketika aku masih
aktif di perusahaan pupuk organik, ada teman yang memiliki smp suasta memohon
dengan sangat (kalau tidak boleh disebut merengek) agar aku mau membantu
mengajar di sekolahnya karena sudah tiga bulan muridnya tidak belajar IPA alias
tidak ada gurunya. Karena kebetulan aku saat itu, atas permintaanku ke
perusahaan aku bertugas sebagai tenaga pemasaran khusus Kabupaten Karawang,
akupun terima tawaran teman tersebut.
Francis casandra,7, SMPK YPK Malang
Wednesday, August 19, 2015
#123 Teknologi Merubahan Segala
Oleh Grace Amadea
Xii ips 1
SMAK Santa Maria
Malang
Seperti yang kita ketahui, masa sekarang adalah masa modern dimana sangat berbeda dengan masa lalu. Dan tentu banyak sekali perubahan yang terjadi selama proses perkembangan di masa yang modern ini. Seperti perubahan mode baju, perubahan sosial, perubahan cara pandang dan berpikir seseorang. Akibat dari adanya masa yang modern ini, masyarakat tidak menyadari akan adanya perubahan – perubahan yang kita alami dalam hidup kita ini. Tak terlepas dari itu, adanya faktor pendorong terjadi perubahan – perubahan tersebut. Antara lainnya ialah kemajuan teknologi yang menyebabkan seseorang lebih asyik dengan teknologinya dibanding dengan sesamanya di dunia nyata.
Sama halnya saat kita berada di sebuah mall atau suatu tempat yang ramai dikunjungi banyak orang. Kita pasti tak jarang menjumpai beberapa masyarakat ataupun lebih sibuk dengan gadget mereka sendiri dibandingkan dengan sesamanya di sekitarnya. Mengapa masyarakat lebih cenderung sibuk dengan gadgetnya daripada dengan sesamanya di sekitarnya ? Karena adanya faktor – faktor yang membuat seseorang lebih asyik dengan gadgetnya di banding dengan sesamanya. Antara lain, mereka sudah terbiasa untuk hidup atau berkomunikasi dengan sesama melalui chatting yang kita dapat sebut seseorang di dalam dunia maya tersebut. Hal tersebut juga mempengaruhi perubahan sosial yang terjadi lewat cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama.
Adapun faktor lainnya yaitu adanya keinginan dan rasa malu apabila tidak memiliki gadget. Sehingga terjadilah perubahan sosial dalam hal bekomunikasi dan berinteaksi antar sesama di dunia nyata. Dengan adanya perubahan sosial karena adanya teknologi seperti handphone tersebut membuat banyak faktor – faktor yang hilang seperti kebudayaan kita yaitu permainan tradisional yang mulai jarang untuk di pergunakan. Tak hanya itu, rasa tenggang dan rasa peduli antar sesama juga mulai jarang untuk kita temui. Banyak sekali perubahan – perubahan yang sangat terasa karena adanya kemajuan masa kini dalam hal teknologi tersebut terutama gadget atau handphone tersebut.
Sehingga harus adanya sikap kita dalam menanggapi adanya kemajuan teknologi tersebut agar tidak adanya perubahan yang terjadi dalam hal sosial, budaya, dan sebagainya. Sebagai contohnya, seperti sikap kita dalam mengambil sisi baik atau positif dari adanya teknologi. Karena tidak mungkin juga kita tidak mengikuti kemajuan teknologi tersebut karena kita juga membutuhkannya. Akan tetapi kita juga dituntut untuk tidak senantiasa melupakan kebudayaan kita sebagai orang Indonesia yang ramah dan mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama dengan sangat baik tersebut.
Dengan kita bersikap untuk tidak menutup diri dalam adanya teknologi tersebut dan mampu untuk bersikap dewasa dalam menangani perubahan – perubahan sosial saat ini. Kita juga harus mampu mencari jalan keluar agar perubahan sosial saat ini tidak terlalu ‘parah’ dan mampu untuk di tangani. Di butuhkannya kesadaran antar individu dalam hal teknologi tersebut. Dengan perpegang dalam teori perkembangan evolusi karena memiliki step by step dalam hal perubahan sosial dengan teknologi tersebut.
#122 Resume Perubahan Kebudayaan
Judul buku:Sosiologi
Pengarang:Drs.H.Abu.Ahmadi
Penerbit:PT Bina ilmu
Tahun Terbit:1985
Perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan perubahan struktur sosial dan sistem dari suatu kelompok masyarakat tertentu.
Di buku ini ada pola pola yang sering tampak dalam perubahan sosial.Perubahan sosial di buku ini sama dengan pengertian perubahan sosial menurut tokoh selo soemardjan.Pola pola itu antara lain ganguan keseimbangan yang hanya sekali terjadi,perubahan bergelombang dan perubahan kamulatif.Dalam proses perubahan sosial ini gerak kemasyarakatan dan proses proses sosial seperti ini.Perubahan sosial ini menyangkut perubahan sistem sosiall dan struktur sosial.
Perkembangan tekonolgi juga tentunya sangat mempengaruhi perubahan sosial.Semakin majunya teknologi,maka semakin muda pula masyarakat saling mengenal&bertukar pikiran.Pola hidupnya juga mengalami perubahan contohnya seperti dahulu bertemu dengan teman,kita sibuk berbicara dan berbagai cerita.Bisa juga dibandingkan pada masyarakat modern ini.Seperti foto selfie atau sibuk dengan gadget masing masing.Dari sinilah kita bisa melihat adanya kemajuan teknologi yg menyebabkan perubahan sosial.
Dari adanya perubahan sosial kebudayaan juga ikut terpengaruhi.Ada yang bertambah,ada pula yg hilang.Dan unsur tersebut digantikan unsur unsur baru.Contoh dulu menggunakan bajak diganti dengan traktor .Butuh waktu yg cukup lama dalam proses perubahan tersebut.
Dan kesimpulannya,semua masyarakat dalam perubahan sosial yang sangat cepat.Ini merupakan teori revolusi.Ada yg hidup dalam struktur sosial sederhana dan modern.Karena perubahan sosial erjadi dengan sangat cepat.
Singgih xii ips 3
SMAK Santa Maria
Malang
Pengarang:Drs.H.Abu.Ahmadi
Penerbit:PT Bina ilmu
Tahun Terbit:1985
Perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan perubahan struktur sosial dan sistem dari suatu kelompok masyarakat tertentu.
Di buku ini ada pola pola yang sering tampak dalam perubahan sosial.Perubahan sosial di buku ini sama dengan pengertian perubahan sosial menurut tokoh selo soemardjan.Pola pola itu antara lain ganguan keseimbangan yang hanya sekali terjadi,perubahan bergelombang dan perubahan kamulatif.Dalam proses perubahan sosial ini gerak kemasyarakatan dan proses proses sosial seperti ini.Perubahan sosial ini menyangkut perubahan sistem sosiall dan struktur sosial.
Perkembangan tekonolgi juga tentunya sangat mempengaruhi perubahan sosial.Semakin majunya teknologi,maka semakin muda pula masyarakat saling mengenal&bertukar pikiran.Pola hidupnya juga mengalami perubahan contohnya seperti dahulu bertemu dengan teman,kita sibuk berbicara dan berbagai cerita.Bisa juga dibandingkan pada masyarakat modern ini.Seperti foto selfie atau sibuk dengan gadget masing masing.Dari sinilah kita bisa melihat adanya kemajuan teknologi yg menyebabkan perubahan sosial.
Dari adanya perubahan sosial kebudayaan juga ikut terpengaruhi.Ada yang bertambah,ada pula yg hilang.Dan unsur tersebut digantikan unsur unsur baru.Contoh dulu menggunakan bajak diganti dengan traktor .Butuh waktu yg cukup lama dalam proses perubahan tersebut.
Dan kesimpulannya,semua masyarakat dalam perubahan sosial yang sangat cepat.Ini merupakan teori revolusi.Ada yg hidup dalam struktur sosial sederhana dan modern.Karena perubahan sosial erjadi dengan sangat cepat.
Singgih xii ips 3
SMAK Santa Maria
Malang
Tuesday, August 18, 2015
#121 Buku Ledakan
NAMA : Amelinda Fransisca Wijaya
KELAS : XII IIS 4
ABSEN : 05
Judul : Ledakan Penduduk
Penulis : Paul R. Ehrlich
Penerbit : PT Gramedia Jakarta
Tahun Terbit : 1981
MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
Perlahan tetapi pasti semakin jelas aspek-aspek kemerosotan lingkungan mulai nampak bagi rakyat. Bagaimanapun juga adalah sulit sekali untuk tak mengindahkan bau busuk yang berasal dari saluran air kita yang terbuka atau mencucurkan air mata bila menghirup udara yang bertebaran di wilayah kota.
Karena ledakan penduduk meningkat hal itu sangat mempersempit keberhasilan seseorang maka dari itu bnyak orang yang melakukan hal tanpa memikirkan dampak contoh merusak lingkungan sekitar demi keuntungan individu atau kelompok, sering di lakukan. Banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah di sungai serta asap yang merugikan dan menganggu penduduk sekitar.
Dari situ dapat kita lihat jika perubahan sosial juga berdampak bagi sifat serta watak seseorang. Jika kita tidak dapat menahan atau mengontrol maka perubahan sosial dapat berdampak negatif serta merugikan orang lain atau diri sendiri.
Perubahan sosial juga dapat di lihat dari gaya hidup seseorang, serta tempat-tempat hiburan lainnya. Misal : yang dahulun pasar kini menjadi mall atau supermarket. Perubahan sosia membuat tempat-tempat terlihat lebih menarik untuk pengunjungnya, agar tidak bosan.
Maka dari itu saya memilih ledakan penduduk untuk di hubungkan dengan ledakan sosial. Karena ledakan penduduk juga salah satu faktor dari perubahan sosial itu sendiri. Menurut Arnold Toynbee, bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan keruntuhan dan kematian. Kasus yang saya ambil ini sesuai dengan pendapat Arnold Toynbee.
Faktor pendorong ledakan penduduk
- Masih adanya cara berpikir orang jaman dahulu “banyak anak banyak rejeki”
- Tidak di lakukannya program KB secara benar
- Banyak anak muda yang menikah di usia dini
KELAS : XII IIS 4
ABSEN : 05
Judul : Ledakan Penduduk
Penulis : Paul R. Ehrlich
Penerbit : PT Gramedia Jakarta
Tahun Terbit : 1981
MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
Perlahan tetapi pasti semakin jelas aspek-aspek kemerosotan lingkungan mulai nampak bagi rakyat. Bagaimanapun juga adalah sulit sekali untuk tak mengindahkan bau busuk yang berasal dari saluran air kita yang terbuka atau mencucurkan air mata bila menghirup udara yang bertebaran di wilayah kota.
Karena ledakan penduduk meningkat hal itu sangat mempersempit keberhasilan seseorang maka dari itu bnyak orang yang melakukan hal tanpa memikirkan dampak contoh merusak lingkungan sekitar demi keuntungan individu atau kelompok, sering di lakukan. Banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah di sungai serta asap yang merugikan dan menganggu penduduk sekitar.
Dari situ dapat kita lihat jika perubahan sosial juga berdampak bagi sifat serta watak seseorang. Jika kita tidak dapat menahan atau mengontrol maka perubahan sosial dapat berdampak negatif serta merugikan orang lain atau diri sendiri.
Perubahan sosial juga dapat di lihat dari gaya hidup seseorang, serta tempat-tempat hiburan lainnya. Misal : yang dahulun pasar kini menjadi mall atau supermarket. Perubahan sosia membuat tempat-tempat terlihat lebih menarik untuk pengunjungnya, agar tidak bosan.
Maka dari itu saya memilih ledakan penduduk untuk di hubungkan dengan ledakan sosial. Karena ledakan penduduk juga salah satu faktor dari perubahan sosial itu sendiri. Menurut Arnold Toynbee, bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan keruntuhan dan kematian. Kasus yang saya ambil ini sesuai dengan pendapat Arnold Toynbee.
Faktor pendorong ledakan penduduk
- Masih adanya cara berpikir orang jaman dahulu “banyak anak banyak rejeki”
- Tidak di lakukannya program KB secara benar
- Banyak anak muda yang menikah di usia dini
Monday, August 17, 2015
#120 Alun-Alun Malang
By:Alvin.T
SMAK Santa Maria
Malang
SMAK Santa Maria
Malang
Banyak sekali hal yang terjadi dalam dunia ini . Baik itu secara fisik maupun non fisik .
Dan semua hal itu dipengaruhi oleh banyak hal . Misalnya saja dari factor ekonomi maupun factor yang lainnya . Pada kali ini saya akan membahas tentang alun – alun kota Malang . Alun – alun kota Malang mulai kehilangan fungsi utamanya yang digunakan sebagai tempat berekreasi . Banyak sekali para masyrakat di Malang yang menjadikan tempat ini sebagai tempat berdagang . Dan bukan hanya itu saja di alun – alun makin kerap sering terjadi kriminalitas yang cukup tinggi juga . Jika hal ini dibiarkan saja maka alun – alun makin akan kehilangan fungsi utamanya . Dan pada akhirnya nama kota Malang akan jatuh .
Tapi semenjak alun – alun kota Malang dibangun ulang atau dengan kata lain di renovasi .
Kota malang makin terlihat kacau . Memang bila Nampak di luarnya terlihat bagus . Namun dibalik itu semua para maasyrakat makin mengeluh . Banyak sekali skandal atau permaslahan yang terjadi karena hal ini . Oleh karena itu permasaahan ini memiliki persamaan dengan teori sosiologi . Yaitu teori siklus yang dikemukakan oleh beberapa para ahli . Para ahli ini menyebutkan akan perubahaan sikap sosiologi ang akan mengalami proses perubahan namun pada akhirnya akan kembali seperti semula . Atau dengan kata lain kembali dari posisi nol . Lanyaknya seperti siklus suatu hal .
Para tokoh ini adalah Oswald dan juga Arnold Toynbee . Pada dasarnya kedua tokoh ini memiliki pendapat yang hampir sama . Mereka menjelaskan tentang proses kelahiran kembali suatu hal . Oleh karena itu hal ini sangat cocok sekali dengan hal apanya terjadi di alun – alun kota Malang . Sebelum dibangun alun – alun ini dijadikan tempat untuk berdagang . Tapi setelah dibangun kembali alun – alun kembali pada fungsi utamanya . Yaitu sebagai tempat berekreasi . Tapi sayangnya hal ini hanya bertahan untuk sementara waktu hanya bertahan selama 3 – 4 minggu . Dan selepas dari hal ini banyak sekali para pkl yang masuk dan muai berjualan lagi . Padahal disekitar alun – alun sudah ada larangna yang menyebutkan bahwa dilarang berjualan disekitar area alun – alun . Tapi para pkl mengacuhkan hal itu .
Kenapa hal ini bias terjadi? Tentu saja karena kurangnya tanggapan yang serius dari dalam diri masyarakat itu sendiri . Mereka terpaksa melakukan hal itu karena mereka harus menafkai keluarga merea . Untuk mencukupi kebutuhan sehari –hari meraka. Sikon yang terjadi setelah alun – alunn dibangun adalah makin parah . Yang awalnya dulu di area pasar besar dulu ada pkl tapi telah digusur .Tapi setelah alun – alun dibangun banyak sekali pkl yang mulai kemali ke area pasar besar . Karena merka tidak punya lahan untuk melakukan aktivitas berdagang . Jika hal itu terjadi maka mereka tidak akan bias menafkai keluarga mereka . Dan pada akhirnya keluarga mereka akan makin menderita . Tapi setelah alun - aluns elesai dibangun para pedagang pkl pindah lagi ke alun – alun . Dan area pasar besar kembali tidak ada pkl lagi . Tapi hal ini hanya bertahan selama 3-4 minggu saja .
Oleh karena itu di kota Malang ini cocok sekali dengan teori perubahan sosiologi yaitu siklus . Karena pada akhirnya Kota malang ini hanya akan kembali pada titik nol lalu melaju lagi ke tahap brikutnya . Namun seberapa keras kita berusaha mengubah pada akhirnya hanya akan berputar kembali kepada titik nol . Dan hanya akan memperparah sifat masyarakat Malang . Terutama pada bidang sector ekonomi . Karena hal ini area Kota Malang makin sering terjadi kriminalitas . Angka kejahatan di kota malang makin meningkat . karena itulah masyarkat mengalmi perubahan yang terus - menerus berubah kearah yang makin buruk . Oleh karena itu seblum melakukan perubahan kita harus memperhatikan segala sesuatunya agar tida terjadi perubahan siklus .
#119 Langsepmania Rayakan HUT RI ke 70
Oleh
Wenny Gilliani XII IIS 3
SMAK Santa Maria Malang
“Tak seperti biasanya” satu kata yang terucap dari bibir Kepala Sekolah SMAK Santa Maria, Bapak Kanisius Narumore yang menggambarkan suasana sekolah kemarin, Jumat (14/8). Memang banyak hal yang berbeda dan mengundang tanda tanya besar bagi para pengunjung yang datang ke sekolah ini untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak? Seluruh siswa menggunakan pakaian bebas bernuansa merah-putih dan tidak terlihat adanya proses belajar mengajar di setiap kelas. Sebenarnya apa yang terjadi?
Usut punya usut, ternyata SMAK Santa Maria sedang merayakan acara tujuh belasan yang selalu menjadi agenda rutin tahunan sekolah yang berbasis katolik ini. “Tujuh Belasan kali ini sebisa mungkin dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Walaupun dalam event ini banyak rencana yang tidak disetujui, namun saya yakin acara kali ini akan lebih heboh dan wow dari tahun-tahun sebelumnya” jelas Immanuela selaku Ketua Panitia tujuh belasan tahun ini.
Pernyataan tersebut diakui oleh salah satu murid SMAK Santa Maria yang bernama Irtan Sikowai, “Tahun ini memang anak-anak lebih antusias daripada tahun kemarin, entah kenapa bisa terjadi. Mungkin karena dari acaranya sendiri lebih seru dan keren” Memang, bisa diakui bahwa tujuh belasan kali ini sungguh luar biasa, bisa dilihat dari antusiasme para murid yang mendukung tiap kelasnya dari berbagai lomba yang ada. “Ada sepuluh lomba yang diadakan dalam Agustusan kali ini, seperti klompen, balap karung, tarik tambang, make up cowok, paku dalam botol, desain grafis, fotografi, jurnastik, esai dan cheerleader” tambah Immanuella.
Keantusiasan para murid dalam tujuh belasan kali ini dapat terlihat jelas dari pagi hari, saat jalan sehat bersama yang dimulai sekitar pukul 06.30. Jalan sehat kali ini, mengambil rute yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu melewati Ijen Nirwana, Ijen, dan kembali lagi ke Jalan Raya Langsep. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1,5 km yang cukup membakar lemak dalam tubuh. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan acara makan bersama tiap kelas di Lapangan Basket SMAK Santa Maria sekitar pukul 08.00. Lewat acara makan ini, sudah dapat terlihat kekompakan kelas antara satu dengan yang lainnya. Beberapa kelas yang tak ingin melupakan moment ini bahkan berfoto dengan teman kelasnya masing-masing.
Acara dilanjutkan dengan lomba-lomba Agustusan seperti tarik tambang, klompen, balap karung dan lain sebagainya. Semua lomba dilaksanakan sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 11.30 siang hari. Tak hanya murid yang berpartisipasi dalam acara ini, namun para rekan guru juga tak mau kalah, mereka ingin ikut ambil bagian dalam acara ini. Saat diadakan sepak bola pasir, para guru pria bahkan ikut lomba ini dengan antusias yang luar biasa. “Semangat dari beberapa teman guru juga menarik guru lain untuk merasakan euphoria tujuh belasan kali ini” kata Bapak Petrus Aprillianto, selaku Pembina OSIS SMAK Santa Maria Malang.
Sekitar pukul 11.30, seluruh murid dikumpulkan di tengah lapangan untuk latian yel-yel untuk mendukung sekolah tercinta di Laga DBL East Java Series 2015. Walau tubuh lelah dan panas matahari yang menyengat, namun semangat para siswa sama sekali tidak turun. Bahkan mereka dengan semangat menyanyikan setiap yel-yel dengan gerakan yang luar biasa.
“Besok masih ada misa untuk merayakan 51 tahun sekolah kita tercinta. Semoga antusiasme dan peforma solidaritas setiap siswa tidak menurun tetapi justru meningkat menjadi lebih baik lagi” harap Bapak Kanisius Narumore saat diwawancarai kemarin Jumat (14/8). Semoga dalam menyambut Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-71 ini para siswa dapat lebih mencintai Negara Republik Indonesia ini. Salam Merdeka!
Subscribe to:
Posts (Atom)