Tuesday, October 9, 2018

471 Belajar dari Sepatu

ARTI SUATU KEHIDUPAN & PERSAHABATAN & PERSAUDARAAN

πŸ‘΄ _Seorang Bapak Tua hendak menaiki bus, pd saat ia menginjakkan kakinya ke tangga bus,salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan._

_Sementara itu pintu_ _bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak,_
_sehingga si Bapak Tua tidak bisa memungut sepatu yg terlepas tadi._ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

πŸ‘΄ _Dengan tenang si Bapak Tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkannya keluar jendela._ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

πŸ‘± _Seorang pemuda yg duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si Bapak Tua_ ❓❓❓

πŸ‘± _"Mengapa Bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga ?"_ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

πŸ‘΄ _Si Bapak Tua sambil tersenyum menjawab ringan,_

_"Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa_ _memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus._ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

_Jangan sampai_ _sepatuku kehilangan pasangannya._
_Sepatu adalah pasangan terbaik"_ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

_Coba perhatikan saja:_

πŸ‘ž _Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi._

πŸ‘ž _Saat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama._
_Kiri-kanan ! kiri-kanan !_

πŸ‘ž _Tak pernah_ _menuntut untuk_ _berganti posisi,_
_namun saling melengkapi._

πŸ‘ž _Yang satu loncat, yg lain mengikuti._

πŸ‘ž _Selalu sederajat tak ada yg lebih rendah atau lebih tinggi._

πŸ‘ž _Satu naik tangga,_
_pasangannya mengikuti..._

πŸ‘ž _Bila yg satu hilang yg lain tak memiliki arti._

πŸ‘± _Si Anak muda masih penasaran._

_*"Tapi Bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yg tinggi ?”*_ πŸ‘žπŸ‘žπŸ‘ž

πŸ‘΄ _Si Bpk tersenyum santai._
πŸ‘΄ _Ah, Anak muda ketahuilah,_

_*"HARTA Cuma TITIPAN"*_

_*"NYAWA Cuma PINJAMAN"*_
                _*Renungkanlah*_ πŸ™☝
*****************

☝ _*Kehilangan tidak bisa pilih2*_

☝ _*Bisa kehilangan SIAPA SAJA*_

☝ _*Bisa kehilangan APA SAJA dan KAPAN SAJA*_

☝ _*Musibah, Berkah dan Berbuat Salah itu pasti kita alami*_

☝ _*Bersyukur bagi orang Beriman karna diberikan cara menghadapinya.*_

☝ _*Dapat musibah supaya kita lebih bersabar....*_

☝ _*Dapat berkat supaya kita mampu Bersyukur....*_

☝ _*Berbuat salah supaya kita segera bertobat...*_

πŸ‘πŸ‘πŸ‘ _*Kiranya Ilustrasi sederhana ini bermanfaat bagi kita semua*_ πŸ’πŸ’πŸ’πŸ˜Š

πŸ‘ŸπŸ‘žπŸ‘ŸπŸ‘žπŸ‘ŸπŸ‘žπŸ‘ŸπŸ‘žπŸ‘ŸπŸ‘žπŸ‘ŸπŸ‘ž
🌼🌼🌻🌷

HIDUP lah dgn BAHAGIA
karna Anda berHAK BAHAGIA
Hidup ini cm sebentar maka isilah dgn kebahagian dan kebaikan........

Selamat meraih kebahagiaan dg selalu berbuat kebaikan...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Salam

Sumber: WA

470 Sisi Lain Sukses

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain.
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

~Jangan tunggu, segera  bagikan motivasi yang bagus ini πŸ˜ŠπŸ‘Œ
Sumber : WA

469 Hoax Effects

*HOAX EFFECTS*

Ada seekor keledai diikat pada sebatang pohon ....
Datang orang iseng melepas tali kekangnya.
Keledai tsb memasuki kebun dan memakan sayur2an yang ada.

Istri pemilik kebun ketika melihat tanamannya dirusak oleh keledai, tanpa berfikir panjang mengambil senapan dan membidikkannya ke kepala keledai.

Pemilik keledai ketika melihat apa yang terjadi pada keledainya, menjadi marah dan bertengkar dengan istri pemilik kebun sampai pada akhirnya dia membunuh istri pemilik kebun.

Pemilik kebun yang baru datang dari luar ketika melihat istrinya berlumur darah dengan cepat mencari pembunuhnya dan dalam waktu singkat menemukan pemilik keledai, kemudian tanpa ampun menghabisi nyawanya.

Keluarga pemilik keledai marah, mrk berkumpul utk melakukan pembalasan.

Mendengar itu keluarga pemilik kebun jg berkumpul utk melakukan perlawan.
Maka terjadi tawuran antar 2 keluarga.

Kebetulan mrk berbeda etnis maka berkembang menjadi huru hara antar etnis.

Ketika orang iseng itu ditanya apa yang telah kamu lakukan?
Dgn santai dan enteng dia hanya menjawab:
*_"Aku hanya melepas tali kekang keledai._"*

Tak ubahnya seperti penyebar hoax, ketika ditanya dengan santai dan enteng dia menjawab:
*"SAYA HANYA COPAS DARI TETANGGA SEBELAH"*
Sumber :WA

468 Fenomena Anak

*Fenomena anak pank (anak jalanan) Sosialisasi dr ibu kepala dinas sosial bojonegoro di diknas pendidikan hr ini*:
1. Anak pank adalah komunitas yg mempunyai ID cart/semacam ktp identitas anak klw sdh masuk pank..
2. Solidaritas mereka sangat kuat sehingga ketika ingin memisahkan diri dr komunitasnya agak sulit.. Krn ketika dia keluar dr Komunitas itu akan di ancam sampai di habisi.. Apalagi klw menceritakan matarantai anak pank..
3. Mereka punya kesepakatan bahwa milik mu adalah milik ku.. Dan milik ku adalah milik mu.. Mohon maaf "apa yg ada di dalam baju mu adalah milik ku" Sehingga mereka sering bergantian baju.. Dan saling pinjam barang yg lain.. Dan baju klw di hilangkan akan di pukuli sehingga mereka takut..
4. *Mereka punya stuktur:*
- junior (yg baru gabung)
- senior (yg lebih dulu)
- suhu (yg sudah lama gabung)
Dan yg junior takut pada senior Dan semua takut kepada suhunya..
5. Mereka ada yg mengendalikan sehingga mereka eksis di jalanan..
6. *Faktor penyebab mereka ikut gabung:*
- karena kurang perhatian org tua
- rata2 krn kehidupan keluarganya tdk harmonis
- krn masalah ekonomi
- hatinya kering dr kasih sayang org tua
- sering di marahi orang tua atau di lingkungan keluarga.
7. Mereka sangat tergantung Kepada temanya.. Mereka lebih takut seniornya dr pada orang tua atau gurunya.
8. *Gejala anak Yg ikut:*
- sering izin keluar dg alasan macem2..
- sering tidak Masuk sekolah
9. *Cara pencegahan:*
- deteksi lebih dini anak2 kita..
- jalin komunikasi dg pihak sekolah apakah anaknya masuk sekolah.. Dan minta pihak sekolah untuk hubungi ortu klw tdk masuk sekolah.. Untuk saling kordinasi..
- jalin komunikasi yg baik dg anak.. Jangan sering2 menyalahkan anak.. Tp di ajak komunikasi dg baik..
- sesekali peluk anak.. gandeng tangan anak.. Setiap berangkat sekolah.. Ketika pamitan atau cium tangan bisiki di telinga anak bahwa "ayah bangga pada kamu", "ibu sayang kamu".. Terus berusaha ambil hati anak.. Agar lebih dekat dg ortu dr pada temanya..
- sesekali ajak anak keluar bareng, ajak makan di luar dg makan yg lumayan enak.. Untuk menjalin hubungan dg anak..
*kita selalu berusaha untuk menjalin hubungan baik dg anak kita.. Dan selalu berdoa kpd Allah untuk menjaga anak kita.. Krn yg bisa menjaga anak kita hanyalah Allah*
Sumber : WA

467 Kebo

πŸƒ  _*"K E B O ... !"*_  πŸ‚
_(Seri Dunia Hewan 50)_

πŸ„ Seorang Eksekutif Muda mengendarai sedan mewah menuju keluar kota. Saat melewati perbukitan yg berkelok, ia melihat sebuah truk dari arah berlawanan.

πŸƒ Ketika berpapasan di tikungan jalan, pengemudi truk agak melambat, membuka kaca jendela & berteriak dgn keras, _"KEBO ... !"_

πŸ„ Eksekutif Muda tadi tersinggung. Ia langsung membuka kaca jendela & membalas dgn penuh emosi, _"Kamu yg KEBO!!!"_

πŸ‚ Dan ia terus memaki, _"KEBO jelek tdk punya otak!! Dasar gembel!!"_

πŸƒ Dan kmdn tancap gas lagi. Tiba² ... saat mobilnya melewati tikungan, ada puluhan kebo yg bertubuh besar, turun dari perbukitan memenuhi jalan.

πŸ„ Terlambat bagi si eksmud utk menghentikan mobilnya. Akhirnya mobilnya menabrak kebo seberat 300 kg.

πŸ‚ Saat berusaha menghindari kebo lainnya, mobil mewah itu malah terguling & jatuh ke dalam lembah.

πŸƒ Ternyata, teriakan sopir truk tadi bkn ejekan, ttp justru "peringatan" utk si eksmud, bhw ada kawanan kebo yg akan melintas di jalannya

Sobatku ...
πŸ„ Ego seringkali menjadi bibit yg bisa memicu emosi. Jika anda memiliki ego yg tinggi & temperamental, mari belajar utk mengalihkan emosi buta anda pada hal² yg konstruktif..

πŸ‚ Jgn langsung emosi saat menghadapi kondisi yg tdk sesuai dgn keinginan anda. Belajarlah bersabar & mencari tahu keadaan di baliknya. Niscaya ini akan lebih menguntungkan anda.

πŸƒ Krn melampiaskan emosi, memang nyaman utk sesaat, ttp bisa menjadi penyakit yg merugikan utk jangka panjang.

_(Dari Bpk *Njo Goan Tjoen* dengan pemotongan beberapa kalimat)_
Sumber : WA

466 Pasir

Ada cerita tentang lautan :

*"PASIR"*

Seorang anak kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...

Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai ...
LAUT INI PEMBUNUH ...

Seorang berperahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai ...
LAUT INI PENUH MARABAHAYA

Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI PENUH BERKAH ...

Sementara seisi lautan tak pernah mengeluh.
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

MAKA.......
*JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA*.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Tak usah repot repot mau menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, Dan yang membenci mu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan..

Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti kita.

Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar Bukan menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa tapi..
Menghargai adalah menghargai tanpa tapi..

Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu..

Karena jika kita baik, amarah tak tumbuh subur

*selamat menebar kebaikan*
ini dibaca berulang ulang...bagus buat obat hati....πŸ€—πŸ™

Sumber : WA

Friday, October 5, 2018

465 Hal-Hal tentang Pendidikan IPS





Hal-Hal tentang Pendidikan IPS
Oleh Engelbertus Kukuh Widijatmoko, M. Pd
Universitas Kanjuruhan Malang
kukuhwidijatmoko@unikama.ac.id

Eskalasi kerusakan moral masyarakat Indonesia di tahun 2013 cenderung meluas dan banyak diberitakan di berbagai media elektronik, antara : 1) meningkatnya kekerasan di kalangan masyarakat; 2) penggunaan bahsa dan kata-kata yang memburuk, cenderung tidak menggunakan kata baku; 3) pengaruh geng yang kuat dalam tindak kekerasan; 4) meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alcohol, dan seks bebas; 5) semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk; 6) menurunnya etos kerja; 7) semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua  dan guru; 8) rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga Negara; 9) membudayanya ketidakjujuran; dan 10) adanya rasa saling curiga dan kebencian diantara sesame (Anwar, Q., 2011) dalam (Abbas, 2014)
Abbas, Dr. Ersis Warmansyah., M. Pd. 2014. Pendidikan Karakter. Niaga Sarana Mandiri. Bandung 
1.                   NCC (1994) mendefiniskan bahwa IPS adalah integrasi disiplin ilmu-ilmu sosial dalam rangka membentuk warga Negara yang baik. IPS Sebago program pendidikan memilih bahannya dari disiplin ilmu antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, politik, psikologi, agama dan sosiologi.
Numan Somantri (1993) mengatakan IPS adalah bahan pengajaran dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang diorganisir dan disajikan secara ilmiah dan psikologis/paedogogis untuk tujuan pendidikan.
Fenton (1967) ada tujuan utama, yaitu 1)  social studies prepare children to be good citizens; 2) social studies teach children how to think; 3) social studies pass on the cultural heritage.

Lebih sederhana, yaitu mempersiapkan anak didik menjadi warga Negara yang baik. Mengajar anak didik mampu berpikir dan agar anak didik melanjutkan kebudayaannya disajikan oleh Prof Dr. Wahyu  (Abbas, 2015)

2.                   Pembelajaran Sosial dan Emosi (ESL) bahwa pemahaman teoritis tentang cara anak-anak mempelajari ketrampilan sosial dasar telah menjadi lebih canggih daripada pandangan sebelumnya mengenai tercapainya ketrampilan sosial. Pertama, ada pengakuan bahwa kinerja sosial mencakup koordinasi koqnisi, dan perilaku, dan bahwa wilayah ini, serta koordinasinya berkembang dari waktu ke waktu. Kedua, ketrampilan yang diperoleh adalah hasil yang berkelanjutan dari proses yang tergantung pada pemeliharaan, dukungan, dan apresiasi dalam berbagai konteks lingkungan. Ketiga, banyak yang sekarang disadari tentang banyaknya pengaruh yang menumpuk pada siswa, tidak semuanya sesuai dengan pengembangan ketrampilan SEL (Nucci, 373)

3.                   Bourdieu memiliki istilah doxa. Doxa ialah dunia wacana yang mendominasi kita. Ia merupakan semesta makna yang diterima begitu saja kebenarannya tanpa dipertanyakan lagi (Fashri, 2014).


4.                   Hasil penelitian Wahidmurni (2014) menunjukkan prioritas permasalahan yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran mata pelajaran IPS secara terpadu dengan menggunakan tema adalah (1) kurangnya pemahaman tentang cara mengembangkan materi IPS secara terpadu; (2) kurangnya pemahaman tentang konsep pembelajaran IPS terpadu; (3) ketersediaan sumber belajar (literature) di madrasah; (4) media pembelajaran yang terbatas; (5) kemampuan untuk merencanakan pembelajaran IPS terpadu; (6) kemampuan dalam menerapkan metode dan teknik pembelajaran; (7) kemampuan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran; (8) kemampuan guru dalam menyampaikan informasi; (9) kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat ; (10) kondisi kelas kurang kondusif; dan (11) komunikasi antar-guru IPS terbatas (Wahidmurni, 2017)

5.                   Wallwork (1984) berusaha menspesifikasikan model enam tahap konsepsi evolusioner Durkheim pada awal kariernya: gerombolan dasar, suku berbasis-marga sederhana; persekutuan suku, Negara-kota kuno, masyarakat abad pertengahan, bangsa industry modern (Ritzer, 156).

6.                   Interaksi simbolik yang diketengahkan Blumer (1969) mengandung sejumlah root images atau ide-ide dasar yang dapat diringkas sebagai berikut (Poloma, 1984:269): (1) masyarakat terdiri dari dari manusia yang berinteraksi. Kegiatan tersebut saling berseuaian melalui tindakan bersama, membentuk apa yang dikenal sebagai “organisasi sosial”; (2) interaksi terdiri dari berbagai kegiatan manusia yang berhubungan dengan kegiatan manusia lain, baik interaksi non-simbolik, maupun interaksi simbolik; (3) objek-objek tidak mempunyai makna yang intrinsic, makna lebih merupakan produk interaksi simbolik; (4) manusia tidak hanya mengenal objek eksternal, mereka juga dapat melihat dirinya sebagai objek; (5) tindakan manusia adalah tindakan interpretative yang dibuat oleh manusia; (6) tindakan tersebut saling dikaitkan dan disesuaikan oleh anggota-anggota kelompok (Haryanto, 82)

7.                   PKn merupakan sasaran inti (core target) yang dikembangkan dalam PIPS. Kajian PKn bukan sekedar memperhatikan aspek akademis melainkan juga aspek budaya. Michaelis (1980) menyatakan bahwa tradisi Social Studies as citizenship transmission hendaknya dapat meneruskan aspek-aspek dasar sejarah dan warisan budaya (Abbas, 2013)

8.                   Margaret Poloma menyatakan bahwa Safty Value (katub keselamatan) merupakan mekanisme khusus yang  digunakan kelompok untukmencegah konflik sosial, terutama konflik yang lebih besar yang berpotensi merusak struktur keseluruhan. Safty Value mampu mengakomodasi luapan permusuhan menjadi tersalur, tanpa menghancurkan seluruh struktur (Susilo, 2008)

9.                   Fenomena system yang dikelompokkan secara longgar di bawah istilah perilaku kolektif umumnya memiliki beberapa elemen: 1) fenomena tersebut melibatkan sejumlah orang yang melakukan tindakan yang sama atau mirip pada waktu yang bersamaan; 2) perilaku yang ditampilkan tersebut bersifat sementara atau terus menerus berubah, tidak dalam kondisi seimbang/stabil; 3) terdapat semacam ketergantungan tertentu di antara tindakan-tindakan tersebut; individu tidak bertindak secara bebas ( Coleman, 2011)
10.               Berkenaan dengan konstruktivisme Edmund Husserl (1895-1938) mengemukakan bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan konstruksi sendiri. Ditegaskan bahwa pengetahuan bukan tiruan dari realitas, bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi koqnitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur, kategori, konsep, dan skema yang diperlukan untuk membentuk suatu pengetahuan (Muchtar, 2014)

11.               Hidup dilalui ke depan, tetapi dipahami kebelakang, begitulah eloknya ujaran dari seorang filsuf eksistensialis bernama Kierkegard dalam Taufik Abdullah (2001: 27). Pandangan dari Kierkegard pada dasarnya adalah membincangkan persoalan kesadaran tentang waktu, kesinambungan (continuity) dan perubahan (change) dalam dinamika kelampauan (past), kekinian (present), dank e masa yang akan datang (future) yang menjadi pokok dari kajian ilmu sejarah, seperti diucapkan oleh Djoko Suryo (2009: 28) disajikan oleh  Anis (Abbas, 2014)

12.               Perjuangan-perjuangan simbolik atas persepsi dunia sosial dapat mengambil dua bentuk yang berbeda. Pada sisi objektif, orang dapat bertindak melalui perepresentasian (baik yang bersifat individual maupun kolektif), agar dapat menunjukkan dan mengendalikan berbagai pandangan tertentu tentang realitas. Pada sisi subjektif, orang dapat bertindak dengan cara menggunakan strategi presentasi-diri atau dengan mencoba mengubah kategori persepsi dan apresiasi tentang dunia sosial ( Harker, 2009)

13.               Ada sebuah struktur yang bersilangan, yang homolog dengan struktur arena kuasa dimana, seperti yang kita ketahui, para intelektual, yang kaya dengan modal kultural dan (relative) miskin dalam modal ekonominya, dan para pemilik industry dan pebisnis, yang kaya dengan modal ekonomi namun (relative) miskin dalam modal kultural, berada dalam oposisi satu sama lain: di satu sisi, dari segi tuntutan pasar dan  pengangguran nilai-nilai ketakberkepentingan terdapat independensi maksimal; sementara di sisi lain, dari segi permintaan kelas borjuis-kecil atau pun kelas pekerja, seperi permintaan komedi bangsawan atau novel serial, terdapat ketergantungan langsung yang diganjar kesuksesan langsung (Bourdieu, 2016)

14.               Kohlberg meringkas tiga arus besar dalam perkembangan pemikiran pendidikan Barat: romantisme, transmisi kultural, dan progresivisme. Pandangan romantisme tentang pendidikan mengikuti filsafat Jean Rousseau, George H. Mead, dan G. Stanley Hall, dan dicontohkan dengan gerakan Summerhill yang dipelopori A.S. Nell. Menurut pandangan ini, apa yang berasal dari dalam diri anak adalah aspek perkembangan terpenting, dan pendidikan harus membiarkan munculnya kebaikan dari dalam (inner- good) diri anak-dan kkeburukan dari dalam dirinya (inner- bad) dikendalikan- dalam lingkungan pedagogi yang bebas. Sebaliknya, pandangan transmisi kultural/budaya menyatakan bahwa tugas utama pendidikan adalah mengalihkan informasi, aturan, dan nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk mempertahankan stabilitas dan melindungi pencapaian generasi sebelumnya. Teknologi pendidikan dan terutama teori-teori behavioristic membentuk ideologi pendidikan ini. Terakhir adalah progresivisme sebagai aliran ketiga dalam pemikiran pendidikan, dan pemikiran inilah yang diikuti oleh Kolhberg. Progresivisme, berdasarkan pemikiran William James dan John Dewey, berpandangan bahwa pendidikan harus mengembangkan interaksi alamiah antara anak dan masyarakat atau lingkungan (Palmer, 2010)
  
15.               Tonnies (1889) memaparkan tentang Gemeinschaft (komunitas) dan Gesselschaft (asosiasi) sebagai dua kutub cara hidup. Tindakan-tindakan yang terlibat dalam hubungan “komunal” yang khas dari komunitas tradisional, desa-desa, dan lokalitas luar kota dimotivasi oleh sebuah spitit tradisionalisme dan dibangun di seputar sentimentalism solidaritas yang mengikat dan menyatukan masyarakat dengan erat menjadi kelompok sosial yang kohesif dan konsensual. Tindakan-tindakan yang terlibat dalam hubungan “asosiatif” yang khas dari kapitalisme modern dimotivasi oleh pertimbangan-pertimbangan yang murni rasional dan menempatkan masyarakat dalam situasi yang kompetitif anonym, dan terbagi-bagi (Scott, 2012)

16.               Auguste Comte sebagai pencetus istilah positivism, meyakini bahwa sosiologi dengan pendekatan filsafat positivistic, akan mampu menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit sosial yang berupa “kekacauan sosial”. Kakacauan sosial seringkali disebabkan oleh karakter individualistic yang saling mengedepankan kepentingan dirinya masing-masing, yakni individualistic pemburu rente. Oleh karena itu, positivistic harus mengarahkan, bagaimana Negara bisa menjadi kuat, untuk membangkitkan semangat rakyat, dan meningkatkan kepedulian sosial (Suyanto: 2013)

17.               Durkheim tidak memeriksa mengapa individu A dan B melakukan bunuh diri; melainkan dia lebih berminat pada sebab-sebab perbedaan di dalam angka bunuh diri dikalangan kelompok-kelompok, wilayah-wilayah, negeri-negeri, dan kategori-kategori orang yang berbeda (misalnya kawin dan lajang). Argumen dasarnya ialah bahwa sifat dasar dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam fakta-fakta sosiallah yang menyebabkan perbedaan-perbedaan angka bunuh diri (Ritzer: 2012)

18.               Coleman kemudian mendefinisikan modal sosial sebagai “seperangkat sumber daya yang melekat pada hubungan keluarga dan dalam organisasi sosial, komunitas, dan yang berguna bagi perkembangan koqnitif atau sosial anak atau orang yang masih muda. Sumber –sumber daya tersebut berbeda bagi orang-orang yang berlainan dan dapat memberikan manfaat penting bagi anak-anak dan remaja dalam perkembangan modal manusia mereka (Field: 2010)

19.               Heidegger mengingatkan bahwa kegemaran bergunjing akan menyebabkan manusia mengalami kejatuhan eksistensial. Kejatuhan eksistensial ini dapat dimaknai sebagai terkurungnya manusia di dalam dunia keseharian yang penuh banalitas dan common sense, tapi minus refleksi yang mendalam-obrolan yang tidak tentu arah itu dimaksudkan untuk meringankan beban eksistensial, yaitu kecemasan akan kesendirian. Pergunjingan, menurut Heideger, tidak hanya meliputi obrolan mengenai aib orang lain, tapi juga meliputi semua perbincangan tentang hal-hal yang tak penting, tidak substantive, dangkal, dan munis refleksi-Heideger menyebut obrolan seperti ini Gerede yang diartikan sebagai cara berada Dasein yang tercerabut (Adian: 2010)
20.               Tujuan diselenggarakannya Prodi Pendidikan Sosiologi : 1) meningkatkan pemanfaatan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendidikan yang ada sehingga mampu memperbesar tingkat produktivitasnya; 2) meningkatkan penguasaan materi sosiologi dan kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 3) meningkatkan ketrampilan dalam mengantisipasi perubahan sosial budaya pada era globalisasi; 4) meningkatkan ketrampilan dalam melaksanakan pembelajaran, pengembangan ilmu dan pembangunan; 5) meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melaksanakan penelitian sosial, khususnya sosiologi dan penelitian tindakan kelas untuk kepentingan pembelajaran, pengembangan ilmu, dan pembangunan, oleh Rochgiyanti dalam (Abbas: 2014)

21.               Interaksi simbolik, kehidupan sosial secara harafiah adalah “interaksi manusia melalui penggunaan symbol-simbol”. Intetaksi simbolik tertarik pada : 1) cara manusia menggunakan symbol untuk mengungkapkan apa yang mereka maksud, dan untuk berkombinasi satu sama lain (suatu minat interpretif yang ortodoks), 2) akibat interpretasi atas symbol-simbol terhadap kelakuan pihak-pihak yang terlibat selama interaksi sosial (Jones: 2016)

22.               Bahwa manusia hidup di tengah-tengah tiga lingkungan, yaitu lingkungan material, lingkungan sosial, dan lingkungan simbolik. Yang dimaksud dengan lingkungan material bukanlah ekosistem, tempat ketiga lingkungan itu berkait, tetapi lingkungan buatan manusia, seperti rumah, jembatan, sawah, peralatan-peralatan’ Lingkungan sosial ialah organisasi sosial, stratifikasi, sosialisasi, gaya hidup dan sebagainya. Lingkungan simbolik ialah segala sesuatu yang meliputi makna dan komunikasi, seperti kata, bahasa, mite, nyanyian, seni, upacara, tingkah laku, benda-benda, konsep-konsep, dan sebagainya (Kuntowijoyo:2006)

23.               Homo Ludens-manusia makhluk yang bermain-dipopulerkan oleh John Huizinga (1872-1945). Manusia yang bermain adalah sumber peradaban manusia. Karena merupakan sumber peradaban manusia, maka Huizinga memahami permainan sebagai tindakan bebas yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh kegembiraan dan kebahagiaan. Tujuan  akhir dari permainan adalah realisasi diri. Untuk itu diminta ketekunan, kerja keras, dan latian. Lebih lanjut ia memaparkan tiga ciri permainan: 1) permainan selalu mengikuti aturan. Setiap aturan dibuat dan harus ditaati oleh siapa pun yang  terlibat dalam permainan. Aturan dibuat agar permainan berjalan dengan lancer, tetapi jangan sampai mematikan kreatifitas sehingga permainan menjadi kaku, tidak menarik dan membosankan. 2) bermain selalu terjadi secara spontan. Artinya, permainan mengalir begitu saja. Ia menghargai kreatifitas dan kecerdasan manusia untuk mengolah permainan. 3) permainan selalu mencari kemenangan. Karena itu, permainan selalu merupakan tantangan untuk mengaktualisasikan diri secara total demi sebuah kemenangan. Namun, jangan sampai putus asa oleh kekalahan sebab sebagaimana diurai Huizinga, penghormatan terhadap martabat manusia merupakan tujuan akhir dari permainan. Dalam konteks ini, permainan sebagai realisasi kebebasan manusia untuk mengembangkan dirinya (Pandor: 2010)

24.               Ciri-ciri pendidikan IPS dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1) IPS sebagai program pendidikan atau mata pelajaran dalam kurikulum sekolah  yang diadaptasi dari social studies. 2) IPS sebagai program pendidikan berusaha mengkaji masalah-masalah kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara secara sistematis, sistemik, dan objektif. 3) IPS sebagai program pendidikan atau mata pelajaran dalam kurikulum sekolah yang  diadaptasi dari citizenship  atau civic education. 4) IPS sebagai civic education berusaha membentuk peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik (good citizen) dan mampu berperan serta secara aktif dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. 5) IPS sebagai program pendidikan bukan sekedar mencakup ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk kepentingan pendidikan di sekolah, melainkan mencakup pendidikan nilai atau etika, filsafat, agama, dan humaniora. 6) IPS sebagai program pendidikan berusaha untuk meningkatkan wawasan dan penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional peserta didik. 7) IPS sebagai program pendidikan berusaha membekali peserta didik agar memiliki kemampuan dalam memahami dan memecahkan masalah-masalah kehidupan dalam memahami dan memecahkan masalah-masalah kehidupan manusia (Jarolimek dan Parker, 1993; Naylor dan Diem, 1987). 8) IPS sebagai program pendidikan berusaha membekali peserta didik agar memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan secara tepat, sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat, bangsa, dan Negara (Banks dan Clegg, 1977; Kaltsounis, 1987). 9) IPS sebagai program pendidikan mencakup komponen pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan ketrampilan-ketrampilan dasar (basic skills) seperti ketrampilan berpikir (intellectual skills), ketrempilan melakukan penyelidikan (research skills), ketrampilan akademik, (academic skills), dan ketrampilan sosial (social skills) sebagai dasar pembentukan warga Negara yang baik dan kemampuan pengembilan keputusan yang logis. 10) Pembelajaran IPS harus selalu dikaitkan dengan pendidikan nilai (value education) agar peserta didik sebagai warga Negara yang baik memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan (decision making) secara rasional dan objektif (Michaelis, 1988). 11) IPS menekankan model-model pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar (activity based learning) (Pramono: 2013)
    
25.               Bangsa merupakan sebuah imagined communities dari sejumlah warga yang memiliki kerakteristik sama, yang membedakannya dari komunitas lain (Bertrand 2004:16). Menurut Yack (1996), seperti dikutip Bertrand (2004:17), yang pemikirannya sejalah dengan ahli teori nasionalisme Ernst Renan, ada dua hal yang membentuk sebuah bangsa: kesadaran akan masa kini dan warisan budaya yang merupakan hasil dari kenangan dan pengalaman bersama. Sedangkan kebangsaan (nationhood) adalah rangkaian upaya untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan masyarakat (society) di satu pihak dan kekuasaan Negara (state) di pihak lain (Wirutomo, 2015)

26.               Menurut Driver dkk (1994), konstruktivisme sosial menekankan bahwa belajar berarti dimasukkannya seseorang ke dalam suatu dunia simbolik. Pengetahuan dan pengertian dikonstruksi bila seseorang terlibat secara sosial dalam dialog dan aktif dalam percobaan-percobaan dan pengalaman. Pembentukan makna adalah dialog antarpribadi (Suparno: 1997)
27.               Bahwa struktur-struktur yang mantap perlu untuk berdirinya setiap paguyuban atau organisasi. Melalui struktur tujuan tercapai. Tetapi ilham asli juga terancam oleh struktur. Kebekuan dapat timbul dan kelesuan menyusul. Struktur itu bukan ungkapan yang memadai dari ideal, selalu ambivalen dan problematis (Bakker: 1984)

28.               Konflik adalah mekanisme yang mendorong  perubahan. Konflik berpengaruh efektif terhadap seluruh tingkat realitas sosial.  Bahkan pada tingkat individual, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan logika anak-anak dapat dipercepat melaui penciptaan konflik koqnitif secara sengaja (Lauer: 2003)

29.               Gaya pembelajar (learning styles of student) sangat berpengaruh terhadap bagaimana pembelajar mendekati tugas-tugas yang harus dipelajarinya. Keberagaman gaya pembelajar dapat menghasilkan performa belajar dan kepuasaan belajar yang lebih tinggi. Di sisi lain keberagaman gaya pembelajar dalam suatu kelompok dapat menghasilkan kesepakatan bagaimana menentukan pendekatan dalam rangka penyelesaian tugas. Pembelajaran kooperatif yang beraksentuasi pada heterogenitas gaya pembelajar dalam kelompok memberikan efek pada masing-masing gaya pembelajar , menurut Suprijono (Abbas: 2014)

30.               Salah satu ciri yang membedakan Geografi dengan ilmu-ilmu lain adalah pendekatan spasial atau pendekatan keruangan (Bintarto, 1988). Pendekatan keruangan banyak berhubungan dengan beberapa unsur yaitu: 1) unsur jarak, baik jarak absolut naupun jarak relative (sosial), yang dapat berpengaruh terhadap keakraban, keseganan, rasa asing, dan kesenjangan sosial (social gap); 2) unsur pola atau pattern, misalnya saja adanya struktur geologi dan struktur morfologi yang berpengaruh terhadap pola permukiman; 3) unsur site dan situation, yang erat hubungannya dengan topografi dan teknologi suatu wilayah tertentu; 5) unsur keterkaitan, besar kecilnya keterkaitan banyak menentukan hubungan fungsional antara beberapa tempat oleh Deasy Arisanty dalam (Abbas, 2014)

31.               Nattasya (2012) diuraikan bahwa kata kunci dalam pelaksanaan blue economy adalah kepedulian sosial (social inclusiveness), efisiensi sumber daya alam, dan system produksi tanpa menyisakan limbah. Sehingga konsep ini bisa menawarkan platform yang luas dari ide-ide inovatif yang telah diimplementasikan di dunia dan dapat menginspirasi kaum muda dan mendorong kemauan untuk, berwirausaha disetiap sector bisnis kelautan dan perikanan melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara berkelanjutan dikuti oleh Muhammad Rahmatullah (Abbas, 2014)
32.               ..


Daftar Pustaka

Abbas, Ersis Warmansyah. 2013. Mewacanakan Pendidikan IPS. Wahana Jaya Abadi.  Bandung
Abbas, Dr. Ersis Warmansyah., M. Pd. 2014. Pendidikan Karakter. Niaga Sarana Mandiri. Bandung
Abbas, Ersis Warmansyah. 2014. Building Nation Character Through Education. Wahana Jaya Abadi.  Bandung
Abbas, Ersis Warmansyah.  2014. Pendidikan IPS Berbasis Kearifan Lokal. Wahana Jaya Abadi. Bandung
Adian, Donny Gahral. 2010. Pengantar Fenomenologi. Penerbit Koekoesan.  Depok
Bakker, J.W.M., SJ. 1984. Filsafat Kebudayaan Sebuah Pengantar. Kanisius. Jogjakarta. 
Bourdieu, Pierre. 2016. Arena Produksi Kultural. Kreasi Wacana. Bantul
Coleman, James S. 2011. Dasar-Dasar Teori Sosial. Nusamedia. Bandung
Field, John. 2010. Modal Sosial. Kreasi Wacana. Bantul
Fashri, Fauzi. 2014. Pierre Bourdieu Menyingkap Kuasa Simbol. Jalasutra. Yogyakarta 
Harker, Richard; Cheelen Mahar; Chris Wilkes. 2009. (HabitusXModal)+ Ranah=Praktek. Jalasutra. Yogyakarta
Haryanto, Sindung. 2012. Spektrum Teori Sosial Dari Klasik Hingga Postmodern. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta.
Jones, Pip; Liza Bradbury, Shaun Le Boutillier. 2016. Pengantar Teori-Teori  Sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta
Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Tiara Wacana Yogya. Yogyakarta.
Lauer, Robert H. 2003. Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Rineka Cipta. Jakarta
Muchtar, Suwarma Al. 2014. Epistimologi Pendidikan IPS. Wahana Jaya Abadi. Bandung
Nucci, Larry P., Darcia Narvaez. 2014. Handbook Pendidikan Moral dan Karakter. NusaMedia, Bandung
Palmer, Joy A. 2010. 50 Pemikir Paling Berpengaruh Terhadap Dunia Pendidikan Modern.Transmedia. Jogjakarta.  
Pandor, Pius; CP. 2010. Ex Latina Claritas Dari Bahasa Latin Muncul Kejernihan. Penerbit Obor. Jakarta.
Pramono, Suwito Eko. 2013. Hakikat Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Widya Karya. Semarang. 
Ritzer, George & Barry Smart. 2012. Handbook Teori Sosial. Nusamedia. Bandung.
Ritze, George. 2012. Teori Sosioologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Scott, John. 2012. Teori Sosial Masalah-Masalah Pokok Dalam Sosiologi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Suparno, Dr. Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Kanisius. Yogyakarta
Susilo, Rachmad K. Dwi. 2008. 20 Tokoh Sosiologi Modern. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta
Suyanto, Bagong. 2013. Filsafat Sosial. Aditya Media Publishing. Malang .  
Wahidmurni, Dr. H_M. Pd. 2017. Metodologi Pembelajaran IPS. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta.
Wirutomo, Paulus. 2015. Sistem Sosial Indonesia. UI-Press. Jakarta.